ASDP Bukukan Pendapatan Rp5 Triliun, Laba Bersih Capai Rp447 Miliar
Minggu, 13 Juli 2025 - 11:34 WIB
Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari layanan penyeberangan komersial dan perintis. Sepanjang tahun lalu, total penumpang yang diangkut mencapai 6,12 juta orang, dengan kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 3,88 juta unit, serta roda empat atau lebih sebanyak 4,31 juta unit. Barang yang diangkut tercatat sebesar 1,16 juta ton.
Meskipun terdapat penurunan volume pada beberapa komponen, Heru menegaskan bahwa efisiensi operasional dan manajemen beban biaya tetap menjadi andalan dalam menjaga profitabilitas.
Operating ratio tercatat sebesar 67%, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 65%. Sementara itu, rasio BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) tercatat 89% dan masih dalam batas terkendali. "Digitalisasi proses bisnis dan efisiensi biaya adalah kunci kami dalam menjaga performa di tengah tekanan biaya," tambahnya.
ASDP juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan EBITDA mencapai Rp1,14 triliun dan rasio likuiditas yang tetap sehat. Kondisi keuangan ASDP turut mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat.
Pada 2024, ASDP memperoleh peringkat idAA+/Stable dari PEFINDO, menandakan kekuatan fundamental keuangan yang tinggi. Kantor Akuntan Publik yang mengaudit laporan keuangan juga menyematkan predikat AA++ atau “sehat”.
Heru menilai capaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi transformasi ASDP dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari digitalisasi layanan, penguatan tata kelola, hingga efisiensi operasional yang konsisten diterapkan.
Meskipun terdapat penurunan volume pada beberapa komponen, Heru menegaskan bahwa efisiensi operasional dan manajemen beban biaya tetap menjadi andalan dalam menjaga profitabilitas.
Operating ratio tercatat sebesar 67%, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 65%. Sementara itu, rasio BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) tercatat 89% dan masih dalam batas terkendali. "Digitalisasi proses bisnis dan efisiensi biaya adalah kunci kami dalam menjaga performa di tengah tekanan biaya," tambahnya.
ASDP juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan EBITDA mencapai Rp1,14 triliun dan rasio likuiditas yang tetap sehat. Kondisi keuangan ASDP turut mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat.
Pada 2024, ASDP memperoleh peringkat idAA+/Stable dari PEFINDO, menandakan kekuatan fundamental keuangan yang tinggi. Kantor Akuntan Publik yang mengaudit laporan keuangan juga menyematkan predikat AA++ atau “sehat”.
Heru menilai capaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi transformasi ASDP dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari digitalisasi layanan, penguatan tata kelola, hingga efisiensi operasional yang konsisten diterapkan.
Lihat Juga :