Pengusaha Indonesia Ini Bangun Kekayaan Rp113 Triliun Tanpa Tambang, Mal atau Bank
Minggu, 13 Juli 2025 - 19:28 WIB
Pada 2011, Otto melihat peluang besar di industri pusat data dan mendirikan PT DCI Indonesia Tbk, yang kini menjadi salah satu penyedia layanan data center terkemuka di Tanah Air. Di bawah kepemimpinannya sebagai Presiden Direktur sejak 2016, DCI Indonesia meraih sertifikasi Tier IV, klasifikasi tertinggi pusat data global, yang menjamin tingkat ketersediaan layanan hingga 99,995 persen.
Selain DCI Indonesia, Otto juga aktif sebagai Komisaris Utama PT IndoInternet Tbk (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia, serta terlibat di PT Fortress Data Services dan sejumlah startup teknologi di bidang marketplace dan agritech. Ia dikenal sebagai tokoh yang membangun ekosistem teknologi dengan fokus pada pengembangan perangkat lunak dan infrastruktur digital.
Keberhasilan Otto dalam membangun kekayaan berasal dari bisnis teknologi dan data center, bukan dari sektor tambang, mal, atau perbankan secara langsung. Ia memanfaatkan keahliannya di bidang teknologi informasi untuk menciptakan solusi yang dibutuhkan berbagai industri, terutama perbankan dan telekomunikasi.
Berdasarkan data Bloomberg dan Forbes Real Time Billionaires Juli 2025, kekayaan Otto Toto Sugiri melonjak tajam menjadi sekitar USD7 miliar atau setara Rp113 triliun dengan kurs Rp16.192 per dolar AS. Lonjakan ini menjadikan Otto berada di jajaran orang terkaya Indonesia dan dunia, bahkan menempati posisi keenam orang terkaya di Indonesia.
Kenaikan kekayaan Otto sangat dipengaruhi oleh performa cemerlang PT DCI Indonesia Tbk. Pada kuartal I-2025, perusahaan mencatat laba bersih Rp418,84 miliar, melonjak hampir 194% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga meningkat signifikan, mencapai Rp1,81 triliun sepanjang 2024.
Selain DCI Indonesia, Otto juga aktif sebagai Komisaris Utama PT IndoInternet Tbk (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia, serta terlibat di PT Fortress Data Services dan sejumlah startup teknologi di bidang marketplace dan agritech. Ia dikenal sebagai tokoh yang membangun ekosistem teknologi dengan fokus pada pengembangan perangkat lunak dan infrastruktur digital.
Keberhasilan Otto dalam membangun kekayaan berasal dari bisnis teknologi dan data center, bukan dari sektor tambang, mal, atau perbankan secara langsung. Ia memanfaatkan keahliannya di bidang teknologi informasi untuk menciptakan solusi yang dibutuhkan berbagai industri, terutama perbankan dan telekomunikasi.
Berdasarkan data Bloomberg dan Forbes Real Time Billionaires Juli 2025, kekayaan Otto Toto Sugiri melonjak tajam menjadi sekitar USD7 miliar atau setara Rp113 triliun dengan kurs Rp16.192 per dolar AS. Lonjakan ini menjadikan Otto berada di jajaran orang terkaya Indonesia dan dunia, bahkan menempati posisi keenam orang terkaya di Indonesia.
Kenaikan kekayaan Otto sangat dipengaruhi oleh performa cemerlang PT DCI Indonesia Tbk. Pada kuartal I-2025, perusahaan mencatat laba bersih Rp418,84 miliar, melonjak hampir 194% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga meningkat signifikan, mencapai Rp1,81 triliun sepanjang 2024.
Lihat Juga :