Lampaui Target, Ekonomi China Melesat Tumbuh 5,2% di Kuartal II-2025

Selasa, 15 Juli 2025 - 12:06 WIB
Xu memperkirakan, pemerintah tidak akan mengumumkan stimulus tambahan dalam pertemuan Politbiro Partai Komunis akhir Juli ini. Menurut dia, Beijing bisa menunda peluncuran stimulus besar hingga September untuk memberikan dorongan terakhir jika momentum pertumbuhan mulai melemah.

Pada April lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menaikkan tarif impor produk China hingga 145%, yang memicu respons dari Beijing dalam bentuk sejumlah langkah stimulus.

Stimulus tersebut mencakup dukungan finansial bagi eksportir yang kesulitan mendapatkan pesanan subsidi bagi perusahaan yang merekrut lulusan baru serta perluasan program tukar tambah barang konsumsi guna meningkatkan permintaan domestik.

"Kita harus menyadari bahwa terdapat banyak faktor eksternal yang tidak stabil dan tidak pasti," ujar Biro Statistik China dalam pernyataan resminya. Lembaga itu juga mencatat permintaan domestik masih belum memadai.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!