Penggerak Hilirisasi, MIND ID Pastikan Manfaatnya Inklusif
Jum'at, 18 Juli 2025 - 19:12 WIB
Adapun, Maroef menyampaikan salah satu proyek hilirisasi terintegrasi yang dijalankan adalah penguatan rantai pasok produksi hulu hingga hilir aluminium. Grup MIND ID menjalankan dua proyek penting dalam pengolahan bauksit di Mempawah dengan target produksi sebesar 1,47 juta ton bauksit (WBx) per tahun, dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), yang memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.
Sebagai lanjutan dari pengolahan bauksit tersebut, MIND ID juga tengah mengembangkan smelter aluminium dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun (ktpa) dan SGAR Fase II dengan kapasitas tambahan 1 juta ton alumina per tahun.
Selain mendatangkan investasi, Maroef menegaskan integrasi proyek ini, berdampak pada penciptaan nilai ekonomi yang signifikan di Indonesia karena 1 ton bauksit yang dihargai sekitar USD 40, akan naik menjadi sekitar USD 575 saat berbentuk alumina, dan kembali naik menjadi US$ 2.700 per ton saat berbentuk aluminium.
Setiap proyek juga akan menjadi penggerak bagi penyerapan puluhan ribu tenaga kerja langsung dan tidak langsung, serta sumber bagi terciptanya berbagai kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat daerah.
Industri manufaktur turunan juga akan mendapat kesempatan untuk bertumbuh lebih baik karena memiliki kepastian pasokan bahan baku mineral di Indonesia, dan pada akhirnya memberi peningkatan dampak yang lebih besar bagi ekonomi Indonesia.
Sebagai lanjutan dari pengolahan bauksit tersebut, MIND ID juga tengah mengembangkan smelter aluminium dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun (ktpa) dan SGAR Fase II dengan kapasitas tambahan 1 juta ton alumina per tahun.
Selain mendatangkan investasi, Maroef menegaskan integrasi proyek ini, berdampak pada penciptaan nilai ekonomi yang signifikan di Indonesia karena 1 ton bauksit yang dihargai sekitar USD 40, akan naik menjadi sekitar USD 575 saat berbentuk alumina, dan kembali naik menjadi US$ 2.700 per ton saat berbentuk aluminium.
Setiap proyek juga akan menjadi penggerak bagi penyerapan puluhan ribu tenaga kerja langsung dan tidak langsung, serta sumber bagi terciptanya berbagai kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat daerah.
Industri manufaktur turunan juga akan mendapat kesempatan untuk bertumbuh lebih baik karena memiliki kepastian pasokan bahan baku mineral di Indonesia, dan pada akhirnya memberi peningkatan dampak yang lebih besar bagi ekonomi Indonesia.
Lihat Juga :