Hari Mangrove Sedunia, BRI Pertegas Komitmen Selamatkan Lingkungan lewat Perbaikan Ekosistem Pesisir
Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:44 WIB
Baca Juga: Pengajuan Kartu Kredit BRI Easy Card via Website Bikin Untung, Ini Syarat dan Langkah Lengkapnya
BRI dalam pelaksanaannya, berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal dengan jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bentuk nyata dari inisiatif berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.
"Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat. Harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian," imbuhnya.
Pada kesempatan terpisah, Bendahara Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Makmur, Endang, mengungkapkan bahwa ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya jumlah sumber daya alam yang makin meluas menimbulkan kecemasan bagi masyarakat di wilayahnya. Ekosistem mangrove, yang seharusnya kaya dengan fungsi dan manfaatnya sebagai green belt atau penghalang dari gempuran gelombang air laut di Muara Gembong, perlahan menjadi rusak.
"Kolaborasi dengan BRI melalui program BRI Menanam-Grow & Green menjadi salah satu harapan kami untuk bisa menyelamatkan wilayah kami dari kerusakan akibat abrasi. Dalam program ini kami tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga melakukan pengukuran seperti ketinggian pohon, diameter batang untuk mangrove yang sudah ditanam, termasuk penyulaman kalau ada yang mati," ujar Endang.
BRI dalam pelaksanaannya, berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal dengan jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bentuk nyata dari inisiatif berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.
"Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat. Harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian," imbuhnya.
Pada kesempatan terpisah, Bendahara Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Makmur, Endang, mengungkapkan bahwa ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya jumlah sumber daya alam yang makin meluas menimbulkan kecemasan bagi masyarakat di wilayahnya. Ekosistem mangrove, yang seharusnya kaya dengan fungsi dan manfaatnya sebagai green belt atau penghalang dari gempuran gelombang air laut di Muara Gembong, perlahan menjadi rusak.
"Kolaborasi dengan BRI melalui program BRI Menanam-Grow & Green menjadi salah satu harapan kami untuk bisa menyelamatkan wilayah kami dari kerusakan akibat abrasi. Dalam program ini kami tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga melakukan pengukuran seperti ketinggian pohon, diameter batang untuk mangrove yang sudah ditanam, termasuk penyulaman kalau ada yang mati," ujar Endang.
Lihat Juga :