Raksasa Asuransi Ungkap Mayoritas Data Nasabah AS Dicuri dalam Serangan Siber

Minggu, 27 Juli 2025 - 20:04 WIB
Pelanggaran data ini hanya terkait dengan Allianz Life, menurut perusahaan tersebut. Raksasa asuransi ini mengungkapkan, pelanggaran data tersebut telah dilaporkan ke jalur hukum kepada jaksa agung di negara bagian Maine, AS.

Tidak dijelaskan berapa banyak orang yang terpengaruh akibat serangan siber tersebut. Dalam pernyataan perusahaan asuransi mengatakan, bahwa mereka sudah mengambil "tindakan secepatnya" untuk mengatasi pelanggaran tersebut dan telah memberi tahu FBI.

Dikatakan tidak ada "bukti bahwa jaringan Allianz Life atau sistem perusahaan lainnya telah diakses, termasuk sistem administrasi polis kami". Allianz - yang memiliki lebih dari 125 juta pelanggan di seluruh dunia - menambahkan, bahwa mereka sedang dalam proses menghubungi dan membantu individu yang terkena dampak pelanggaran data.

Baca Juga: Tanggapan Resmi Allianz Indonesia Soal Data Pribadi Dara Arafah Disebar Oknum Petugas Asuransi

Serangan siber rekayasa sosial adalah ketika peretas menekan atau menipu pengguna untuk memberikan informasi sensitif, seperti dengan menyamar sebagai perusahaan atau orang yang terpercaya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!