Raksasa Asuransi Ungkap Mayoritas Data Nasabah AS Dicuri dalam Serangan Siber
Minggu, 27 Juli 2025 - 20:04 WIB
loading...
Serangan siber disebutkan telah mencuri data informasi pribadi dari sebagian besar 1,4 juta pelanggan perusahaan asuransi Allianz Life di Amerika Utara. Foto/Dok BBC
A
A
A
JAKARTA - Serangan siber disebutkan telah mencuri data informasi pribadi dari sebagian besar 1,4 juta pelanggan perusahaan asuransi Allianz Life di Amerika Utara. Perusahaan induk mengungkap, terjadinya kebocoran data pribadi nasabah akibat dari serangan hacker.
"Pada 16 Juli 2025, seorang oknum jahat berhasil mengakses sistem CRM berbasis cloud pihak ketiga yang digunakan oleh Allianz Life Insurance Company of North America ( Allianz Life )," kata Allianz dalam sebuah pernyataan kepada BBC.
Perusahaan induk asal Jerman itu menambahkan, bahwa para peretas "dapat memperoleh data yang dapat diidentifikasi secara pribadi terkait dengan sebagian besar pelanggan Allianz Life, profesional keuangan, dan sejumlah karyawan Allianz Life, dengan menggunakan teknik rekayasa sosial".
Baca Juga: Kebocoran Data Marak, Kominfo Tekankan Pentingnya Enkripsi Data
Pelanggaran data ini hanya terkait dengan Allianz Life, menurut perusahaan tersebut. Raksasa asuransi ini mengungkapkan, pelanggaran data tersebut telah dilaporkan ke jalur hukum kepada jaksa agung di negara bagian Maine, AS.
Tidak dijelaskan berapa banyak orang yang terpengaruh akibat serangan siber tersebut. Dalam pernyataan perusahaan asuransi mengatakan, bahwa mereka sudah mengambil "tindakan secepatnya" untuk mengatasi pelanggaran tersebut dan telah memberi tahu FBI.
Dikatakan tidak ada "bukti bahwa jaringan Allianz Life atau sistem perusahaan lainnya telah diakses, termasuk sistem administrasi polis kami". Allianz - yang memiliki lebih dari 125 juta pelanggan di seluruh dunia - menambahkan, bahwa mereka sedang dalam proses menghubungi dan membantu individu yang terkena dampak pelanggaran data.
Baca Juga: Tanggapan Resmi Allianz Indonesia Soal Data Pribadi Dara Arafah Disebar Oknum Petugas Asuransi
Serangan siber rekayasa sosial adalah ketika peretas menekan atau menipu pengguna untuk memberikan informasi sensitif, seperti dengan menyamar sebagai perusahaan atau orang yang terpercaya.
"Pada 16 Juli 2025, seorang oknum jahat berhasil mengakses sistem CRM berbasis cloud pihak ketiga yang digunakan oleh Allianz Life Insurance Company of North America ( Allianz Life )," kata Allianz dalam sebuah pernyataan kepada BBC.
Perusahaan induk asal Jerman itu menambahkan, bahwa para peretas "dapat memperoleh data yang dapat diidentifikasi secara pribadi terkait dengan sebagian besar pelanggan Allianz Life, profesional keuangan, dan sejumlah karyawan Allianz Life, dengan menggunakan teknik rekayasa sosial".
Baca Juga: Kebocoran Data Marak, Kominfo Tekankan Pentingnya Enkripsi Data
Pelanggaran data ini hanya terkait dengan Allianz Life, menurut perusahaan tersebut. Raksasa asuransi ini mengungkapkan, pelanggaran data tersebut telah dilaporkan ke jalur hukum kepada jaksa agung di negara bagian Maine, AS.
Tidak dijelaskan berapa banyak orang yang terpengaruh akibat serangan siber tersebut. Dalam pernyataan perusahaan asuransi mengatakan, bahwa mereka sudah mengambil "tindakan secepatnya" untuk mengatasi pelanggaran tersebut dan telah memberi tahu FBI.
Dikatakan tidak ada "bukti bahwa jaringan Allianz Life atau sistem perusahaan lainnya telah diakses, termasuk sistem administrasi polis kami". Allianz - yang memiliki lebih dari 125 juta pelanggan di seluruh dunia - menambahkan, bahwa mereka sedang dalam proses menghubungi dan membantu individu yang terkena dampak pelanggaran data.
Baca Juga: Tanggapan Resmi Allianz Indonesia Soal Data Pribadi Dara Arafah Disebar Oknum Petugas Asuransi
Serangan siber rekayasa sosial adalah ketika peretas menekan atau menipu pengguna untuk memberikan informasi sensitif, seperti dengan menyamar sebagai perusahaan atau orang yang terpercaya.
(akr)
Lihat Juga :