PSBB Bakal Tekan Industri, Menperin: Kesehatan Tak Bisa Ditawar!

Kamis, 10 September 2020 - 12:45 WIB
"Kalau PSBB diketatkan pasti mempengaruhi timeline dari program substitusi impor yang kami lakukan. Substitusi impor bukan gerakan anti impor, ini upaya kita memperkuat dan memperdalam struktur industri," kata Agus.

Dalam rapat koordinasi nasional Kadin Indonesia bidang perindustrian, perdagangan, dan hubungan internasional secara virtual, Agus memaparkan, sebelum Covid-19, rata-rata utilisasi atau pemanfaatan produk impor nasional mencapai 75%.

(Lihat Juga Infografis PSBB Jakarta)

Kemudian pada April-Mei yang ditandai dengan pemberlakukan PSBB di hampir seluruh daerah di Indonesia, maka persentase rata-rata utilisasi impor hanya 30-35%. Sementara per hari ini naik ke level 53-54%. Pemerintah akan berupaya mendorong utilisasi nasional ke angka 60% pada akhir 2020 dan pada 2021 diupayakan berada di posisi 75%, kemudian pada 2022 bisa mencapai 85%.

"Tentu pada 2020 akan banyak kaitannya apabila diterapkan PSBB ketat, bukan hanya Jakarta, tapi juga daerah-daerah dan provinsi besar," ujar Agus.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!