Ray Dalio Kirim Peringatan Serius ke Amerika: Utang Membengkak Sentuh Rp603.174 Triliun

Selasa, 05 Agustus 2025 - 05:24 WIB
Dalam lima tahun terakhir, Ia telah mengungkapkan kekhawatiran tentang utang yang diciptakan untuk melawan efek finansial pandemi, baik inflasi maupun stagflasi, dan bahkan resesi yang mengancam. Meskipun resesi belum terjadi sejak kejatuhan terkait COVID pada tahun 2020, Dalio memperingatkan bahwa kenaikan harga aset tidak menciptakan kekayaan nyata, karena inflasi menggerogoti daya beli.

Tema yang konsisten dari peringatan Dalio adalah bahwa penyakit yang terjadi mungkin lebih buruk daripada obatnya, Ia mengkritik pembuat kebijakan yang kemungkinan hanya akan bertindak ketika inflasi menjadi kritis dan nilai dolar telah tergerus secara material. Dia telah menyuarakan variasi dari kritiknya mengenai "serangan jantung" dan "plak" sejak 2024.

Meskipun menawarkan resep yang jelas, Dalio mengungkapkan skeptisisme bahwa dinamika politik saat ini akan memungkinkan untuk kompromi atau pilihan sulit yang diperlukan. "Ketakutan saya adalah bahwa kita mungkin tidak akan melakukan pemotongan yang diperlukan karena alasan politik," tulisnya di Twitter.

Baca Juga: Seberapa Mengerikan jika Keruntuhan Dolar AS Terjadi? Ini Efeknya

Diingatkan juga olehnya bahwa absolutisme di Washington bisa menghancurkan upaya untuk membereskan urusan fiskal negara. Konsekuensi yang terjadi, kata Dalio, akan menjadi parah dan meluas: pengeluaran pemerintah yang terus-menerus berlebihan, beban utang yang meningkat, dan hilangnya kepercayaan di antara pembeli obligasi Treasury AS.

Skenario ini, katanya, dapat meningkat menjadi apa yang dia sebut sebagai "masalah pasokan-permintaan yang serius," di mana pasar menolak untuk mendanai kebiasaan pinjaman Amerika pada tingkat yang berkelanjutan, menciptakan krisis keuangan dengan gelombang kejut global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!