Airlangga Beberkan Alasan Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,12%

Selasa, 05 Agustus 2025 - 15:58 WIB
Ia juga menyoroti sektor industri yang mulai menunjukkan pemulihan, seiring dengan tren konsumsi masyarakat yang kian selektif dan mengarah pada digitalisasi. Minimarket, kios, hingga platform e-commerce menjadi titik tumpu pergeseran pola belanja masyarakat.

"Fenomena rojali tetap ada, tetapi tidak perlu dikhawatirkan. Sektor ritel masih tumbuh positif, bahkan lebih terkonsolidasi secara digital," ujarnya.

Lebih jauh, Airlangga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi digital sebagai pilar pertumbuhan baru. Saat ini, ekonomi digital menyumbang sekitar 15,5% terhadap PDB global, sementara Indonesia menguasai hampir 40 persen pangsa pasar digital di kawasan ASEAN.

Melalui kerangka kerja Digital Economy Framework Agreement (DEFA), ASEAN menargetkan nilai ekonomi digital mencapai USD2 triliun pada 2030. Dari jumlah tersebut, Indonesia diharapkan menyumbang hingga USD600 miliar. "E-commerce ASEAN bea masuknya hampir seluruhnya nol persen. Ini peluang besar," kata Airlangga.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi guna memperkuat permintaan domestik. Di sisi lain, sektor eksternal didorong melalui optimalisasi devisa hasil ekspor (DHE), serta perluasan kerja sama perdagangan seperti CEPA dan FTA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!