Trump Halangi India Membeli Minyak Rusia, Moskow Punya Cara Membalas
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 08:11 WIB
Bagaimana Respons Rusia?
"Rusia bisa saja mengalihkan sekitar 0,8 juta barel per hari minyak ke Mesir, Malaysia, Pakistan, Peru, Brunei, Afrika Selatan, dan Indonesia," kata JP Morgan.Moskow juga dapat mengganggu kelancaran aliran pipa CPC untuk memastikan Barat merasakan dampak dari harga minyak yang lebih tinggi. Perusahaan minyak Barat seperti Exxon, Chevron, Shell, ENI, dan TotalEnergies mengirimkan hingga 1 juta barel per hari melalui CPC, yang memiliki total kapasitas 1,7 juta barel per hari.
"Jika kami menghadapi kesulitan yang nyata dan substansial dalam membersihkan minyak mentah Rusia dan Putin mematikan CPC, harga minyak bisa mencapai lebih dari USD80 per barel, mungkin jauh lebih tinggi," kata Crosby.
Baca Juga: Jatuhkan Tarif 25%, Trump Tak Peduli Jika Ekonomi Rusia dan India Mati Sama-sama
Sebagai informasi jalur pipa CPC melintasi wilayah Rusia dan konsorsium yang berkonflik dengan Moskow, dan memerintahkan untuk menghentikan operasi selama beberapa hari pada tahun 2022 dan 2025 dengan alasan peraturan lingkungan dan tanker. Penghentian gabungan aliran CPC dan Rusia ke India akan menciptakan gangguan sebesar 3,5 juta barel per hari atau 3,5% dari pasokan global.
"Pemerintahan Trump, seperti pendahulunya, kemungkinan akan menemukan fakta bahwa memberikan sanksi kepada eksportir minyak terbesar kedua di dunia tidak akan mungkin tanpa meningkatkan harga minyak," kata JP Morgan.
(akr)
Lihat Juga :