Harga Bitcoin Melejit, Pergerakan Pasar Kripto Tembus Rp66.366 Triliun
Minggu, 17 Agustus 2025 - 21:01 WIB
Menurut Vugar, rekor arus masuk dana investasi berbasis kripto, kebijakan baru seperti GENIUS Act, serta alokasi kripto dalam instrumen pensiun 401(k) menunjukkan adanya perubahan struktural. Di sisi lain, ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat turut menopang sentimen positif terhadap aset digital.
Kondisi tersebut, kata dia, mendorong permintaan yang lebih stabil dibanding siklus kenaikan sebelumnya.
"Ini tidak hanya gelombang antusiasme, melainkan dasar menuju integrasi kripto dalam portofolio investasi secara umum," tegasnya.
Meski demikian, laju apresiasi yang begitu cepat juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi spekulasi berlebihan. Jika kondisi makroekonomi berubah atau aksi ambil untung (take profit) meningkat, volatilitas pasar kripto berisiko semakin tajam.
Penembusan harga Bitcoin di atas USD124.000 dianggap sebagai sinyal kuat peran mata uang kripto terbesar itu sebagai jangkar pasar. Namun, aliran modal juga mulai bergeser ke Ethereum dan sejumlah altcoin yang menawarkan potensi pertumbuhan lebih besar.
Kondisi tersebut, kata dia, mendorong permintaan yang lebih stabil dibanding siklus kenaikan sebelumnya.
"Ini tidak hanya gelombang antusiasme, melainkan dasar menuju integrasi kripto dalam portofolio investasi secara umum," tegasnya.
Meski demikian, laju apresiasi yang begitu cepat juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi spekulasi berlebihan. Jika kondisi makroekonomi berubah atau aksi ambil untung (take profit) meningkat, volatilitas pasar kripto berisiko semakin tajam.
Penembusan harga Bitcoin di atas USD124.000 dianggap sebagai sinyal kuat peran mata uang kripto terbesar itu sebagai jangkar pasar. Namun, aliran modal juga mulai bergeser ke Ethereum dan sejumlah altcoin yang menawarkan potensi pertumbuhan lebih besar.
Lihat Juga :