Kecelakaan Jadi Penyebab Kematian Terbesar setelah TBC, Tiga Nyawa Melayang Tiap Jam
Kamis, 21 Agustus 2025 - 19:39 WIB
Berdasarkan data Kemenhub, sepanjang 2023 tercatat 110.528 kasus kecelakaan lalu lintas di jalan. Dari jumlah itu, 18.357 orang meninggal dunia, 11.689 mengalami luka berat, dan 134.811 mengalami luka ringan. Angka ini menunjukkan peningkatan 6,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, tingkat fatalitas menurun 6,5 persen berkat penanganan cepat terhadap korban pada fase krusial setelah kecelakaan.
Kondisi pada 2024 justru menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Hingga Oktober, tercatat 220.647 kasus kecelakaan dengan 22.970 korban meninggal. Jika tren ini berlanjut hingga akhir tahun, diperkirakan angka kecelakaan tembus 1,15 juta kejadian dengan sekitar 27.000 korban jiwa, atau setara tiga hingga empat orang meninggal setiap jam.
Aan menekankan dampak kecelakaan tidak hanya sebatas kehilangan nyawa. "Kalau yang meninggal seorang bapak, anak-anak akan menjadi yatim. Begitu juga jika ibu yang meninggal, keluarga akan kehilangan sosok sentralnya. Ini bisa memicu kemiskinan baru dan menimbulkan masalah sosial yang lebih luas," ujarnya.
Mayoritas korban kecelakaan berada pada usia produktif, yaitu 15–59 tahun, dengan 75 persen di antaranya adalah laki-laki. “Ini bukan hanya tragedi individu atau keluarga, tetapi juga kerugian ekonomi besar karena hilangnya tenaga produktif,” tutur Aan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Mobil Tabrak Truk di Tol Jombang Akibatkan 3 Orang Tewas
Kondisi pada 2024 justru menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Hingga Oktober, tercatat 220.647 kasus kecelakaan dengan 22.970 korban meninggal. Jika tren ini berlanjut hingga akhir tahun, diperkirakan angka kecelakaan tembus 1,15 juta kejadian dengan sekitar 27.000 korban jiwa, atau setara tiga hingga empat orang meninggal setiap jam.
Aan menekankan dampak kecelakaan tidak hanya sebatas kehilangan nyawa. "Kalau yang meninggal seorang bapak, anak-anak akan menjadi yatim. Begitu juga jika ibu yang meninggal, keluarga akan kehilangan sosok sentralnya. Ini bisa memicu kemiskinan baru dan menimbulkan masalah sosial yang lebih luas," ujarnya.
Mayoritas korban kecelakaan berada pada usia produktif, yaitu 15–59 tahun, dengan 75 persen di antaranya adalah laki-laki. “Ini bukan hanya tragedi individu atau keluarga, tetapi juga kerugian ekonomi besar karena hilangnya tenaga produktif,” tutur Aan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Mobil Tabrak Truk di Tol Jombang Akibatkan 3 Orang Tewas
Lihat Juga :