KAI Digrogoti Utang Whoosh ke China, Bayar Bunga Rp2 Triliun per Tahun

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 15:27 WIB
Toto juga menyoroti kinerja keuangan KCIC yang masih membukukan kerugian. Pada semester I-2025, kerugian tercatat Rp1,6 triliun, turun dibandingkan Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka ini tetap menjadi beban bagi KAI sebagai induk konsorsium.

Menurutnya, pendapatan dari penjualan tiket tidak mungkin menutupi beban utang yang sangat besar itu. Saat ini, tingkat okupansi harian Whoosh masih di bawah skenario moderat, yakni sekitar 60 persen.

"Pendapatan Whoosh dalam setahun tidak akan mampu menutup biaya bunga dan cicilan pokok. Kondisi ini jelas di luar jangkauan KAI," kata Toto.

Ia menilai, jika situasi ini dibiarkan, KAI berisiko mengalami tekanan likuiditas yang berdampak pada operasional dan layanan publik perusahaan. “Struktur keuangan KAI bisa semakin rapuh, dan ujungnya memengaruhi pelayanan kereta reguler yang menjadi tanggung jawab BUMN ini,” tambahnya.

Baca Juga: Danantara Bakal Pangkas Anak Usaha BUMN, Bisnis BBM sampai Manajamen Aset Kena
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!