Demo di Mana-mana, Begini Prediksi IHSG Pekan Depan

Minggu, 31 Agustus 2025 - 11:44 WIB
Pelemahan ini kontras dengan pencapaian IHSG yang baru saja mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (28/8), yakni di level 7.952,088. Meski demikian, pergerakan IHSG sepanjang sepekan tercatat turun tipis 0,36 persen ke level 7.830,493.

Menurut Hendra, pelemahan ini secara spesifik didorong oleh aksi demonstrasi di Jakarta dan sejumlah daerah menciptakan sentimen negatif dan ketidakpastian bagi para investor.

Ia menjelaskan, pasar modal sangat sensitif terhadap stabilitas. Ketika ada potensi risiko keamanan, investor baik asing maupun domestik cenderung menahan diri atau bahkan melepaskan portofolio untuk mengamankan posisinya.

Hendra menilai, gejolak ini diperparah oleh respons pemerintah yang dinilai belum tepat, seperti himbauan work from home (WFH) bagi anggota DPR. Kebijakan ini menimbulkan persepsi negatif di mata publik dan pasar. "Persepsi sering kali lebih kuat pengaruhnya dibanding fakta di lapangan," tegas Hendra.

Baca Juga: IHSG Jatuh 1,5 Persen, BEI: Koreksi Bersifat Teknikal Itu Wajar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!