Pos Indonesia Raih 4 Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2025

Rabu, 10 September 2025 - 08:17 WIB
Budi Djatmiko mengatakan, penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen kuat PosIND dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik. ”Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh insan PosIND yang terus berupaya menghadirkan kinerja terbaik dengan menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan,” katanya.

Apa yang membuat Pos Indonesia begitu menonjol? Jawabannya terletak pada komitmen konsisten mereka terhadap praktik GRC digital dan sistematis. Dalam dua tahun berturut-turut(2023 dan 2024), Pos Indonesia berhasil meraih bintang 5. Menjadikannya calon penerima Golden Trophy yang hanya diberikan kepada perusahaan yang mempertahankan level Bintang 5 selama minimal tiga tahun berturut-turut.

Hal ini bukan sekadar gelar, melainkan refleksi dari transformasi mendalam dalam tatanan operasional, terutama melalui adopsi sistem manajemen risiko terintegrasi bernama SIMARIS. Sistem ini mencakup tiga lini pengendalian sekaligus: pencatatan risiko, pengolahan, dan audit internal, ditambah kanal pelaporan digital dan whistle blower system (WBS) sebagai penguat integritas operasional.

Budi Djatmiko yang juga menjabat ketua Komite Audit, mengungkapkan praktik lapangan yang intensif. “Saya aktif turun ke lapangan setiap bulan di berbagai daerah, mengecek langsung dan menyampaikan permasalahan kepada internal audit dan direksi. Penanganan laporan dilakukan rutin dua kali sebulan,” ujarnya.

Pos Indonesia tak hanya bersinar dalam aspek GRC, tetapi juga dalam kinerja keuangan dan operasional. Pertama, pendapatan tahun 2024 mencapai Rp 5,01 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 1,01 triliun, serta laba bersih tumbuh menjadi Rp 747,13 miliar (+2,60 % dari 2023). Kedua, belanja modal (capex) turut meningkat menjadi Rp 274,82 miliar (+4,99 %).

Ketiga, transformasi digital bisnis pun ditingkatkan melalui robotik sorting dan labeling di Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta—mencapai efisiensi biaya hingga 40–60 % dan peningkatan produktivitas hingga 2,5 kali lipat. Keempat, kolaborasi strategis dengan e-commerce (Tokopedia, Shopee, TikTok) mendongkrak volume transaksi lebih dari 100 % di tahun 2025. Selain itu, layanan COD Shopee yang diluncurkan mulai Agustus 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!