Koalisi Ekonomi Membumi Dorong Pembiayaan Hijau
Senin, 15 September 2025 - 23:00 WIB
Perspektif serupa datang dari Conservation Strategy Fund (CSF) yang menyoroti keterkaitan antara kesejahteraan masyarakat dengan kelestarian alam. Direktur CSF Indonesia, Desta Pratama, menyebut masyarakat adat yang menjaga hutan sering kali lebih sejahtera dibanding masyarakat kota.
"Property rights harus ada di tangan masyarakat adat. Itu akan memberi kepastian bagi pengelolaan berbasis komunitas sekaligus membangun model usaha yang menopang protection-based financing," kata Desta.
Sementara itu, Direktur ANGIN Advisory, Saskia Tjokro, menekankan pentingnya orientasi jangka panjang bagi investor. Ia menyebut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar hutan sering kekurangan akses modal dan pengetahuan, padahal mereka merupakan penopang utama ekosistem ekonomi di kawasan tersebut. "Investasi berdampak harus menyeimbangkan keuntungan finansial dengan perlindungan jangka panjang," ujarnya.
Dari sisi investor, pendanaan untuk perlindungan hutan kerap dianggap memiliki skala lebih kecil dibanding proyek restorasi. Padahal, dampaknya terhadap masyarakat dan lanskap sama besar. Sumber pendanaan juga tersedia luas, mulai dari rantai pasok global, bilateral, hingga multilateral, yang dapat diarahkan untuk mendukung upaya proteksi.
Direktur Eksekutif Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN), Thomas Veriasa, mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama.
"Property rights harus ada di tangan masyarakat adat. Itu akan memberi kepastian bagi pengelolaan berbasis komunitas sekaligus membangun model usaha yang menopang protection-based financing," kata Desta.
Sementara itu, Direktur ANGIN Advisory, Saskia Tjokro, menekankan pentingnya orientasi jangka panjang bagi investor. Ia menyebut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar hutan sering kekurangan akses modal dan pengetahuan, padahal mereka merupakan penopang utama ekosistem ekonomi di kawasan tersebut. "Investasi berdampak harus menyeimbangkan keuntungan finansial dengan perlindungan jangka panjang," ujarnya.
Dari sisi investor, pendanaan untuk perlindungan hutan kerap dianggap memiliki skala lebih kecil dibanding proyek restorasi. Padahal, dampaknya terhadap masyarakat dan lanskap sama besar. Sumber pendanaan juga tersedia luas, mulai dari rantai pasok global, bilateral, hingga multilateral, yang dapat diarahkan untuk mendukung upaya proteksi.
Direktur Eksekutif Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN), Thomas Veriasa, mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama.
Lihat Juga :