BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi

Kamis, 18 September 2025 - 08:59 WIB
Selain itu, Syafruddin menjelaskan, kebijakan moneter BI yang menurunkan suku bunga akan mengurangi biaya dana bagi perbankan, sementara kebijakan fiskal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memindahkan dana Rp200 triliun ke bank Himbara memastikan likuiditas benar-benar masuk ke sistem perbankan.

"Moneter mengurangi harga uang; fiskal memastikan amunisi benar-benar masuk ke sektor riil," kata Syafruddin.

Ia menambahkan, jika perbankan merespons dengan menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), maka biaya pinjaman bagi dunia usaha dan rumah tangga akan ikut turun. Hal ini akan memicu peningkatan konsumsi dan investasi, yang pada akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Agar sinergi ini berjalan optimal, Syafruddin menekankan pentingnya komitmen dari perbankan. Ia menyarankan agar pemerintah dan BI menetapkan target pembiayaan spesifik, terutama untuk sektor-sektor seperti perumahan rakyat, manufaktur padat karya, agro, dan logistik.

"Agar transmisi bekerja, pemerintah dan BI perlu mengikat komitmen bank dengan target pembiayaan sektoral pada perumahan rakyat, manufaktur padat karya, agro, dan logistik," jelas Syafruddin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!