PLN EPI Dorong Generasi Muda Bersiap Hadapi Transisi Energi
Kamis, 18 September 2025 - 22:22 WIB
Rakhmad Dewanto, Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia dalam forum bertajuk Responding to Challenges: Building Young Leaders for Indonesia’s Future. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto menegaskan pentingnya generasi muda mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar di sektor energi, terutama dalam transisi menuju energi bersih sekaligus menjaga ketahanan energi nasional. Hal itu disampaikan Rakhmad dalam sebuah forum bertajuk "Responding to Challenges: Building Young Leaders for Indonesia’s Future" di Jakarta, belum lama ini.
"Ke depan kita memang menuju energi baru terbarukan. Namun peralihan ini membutuhkan proses. Energi fosil tetap dibutuhkan dan akan berkurang secara bertahap," ujar Rakhmad dalam keterangannya, Kamis (18/9).
Baca Juga: Gas Jadi Pilar Transisi Energi dan Keandalan Listrik Nasional
Rakhmad menjelaskan bahwa dinamika energi global saat ini menuntut setiap negara untuk tidak hanya fokus pada isu perubahan iklim atau energy sustainability, tetapi juga memperkuat ketahanan energi atau energy security. "Sekarang semua negara berlomba-lomba mengamankan pasokan energinya masing-masing. Kemandirian energi yang sering digaungkan Presiden kita bukan sekadar jargon, melainkan sebuah realita," tegasnya.
"Ke depan kita memang menuju energi baru terbarukan. Namun peralihan ini membutuhkan proses. Energi fosil tetap dibutuhkan dan akan berkurang secara bertahap," ujar Rakhmad dalam keterangannya, Kamis (18/9).
Baca Juga: Gas Jadi Pilar Transisi Energi dan Keandalan Listrik Nasional
Rakhmad menjelaskan bahwa dinamika energi global saat ini menuntut setiap negara untuk tidak hanya fokus pada isu perubahan iklim atau energy sustainability, tetapi juga memperkuat ketahanan energi atau energy security. "Sekarang semua negara berlomba-lomba mengamankan pasokan energinya masing-masing. Kemandirian energi yang sering digaungkan Presiden kita bukan sekadar jargon, melainkan sebuah realita," tegasnya.
Lihat Juga :