I-Hajj Syariah Fund IIM Catatkan Return Kumulatif 439,38%
Kamis, 02 Oktober 2025 - 19:16 WIB
PT IIM meraih penghargaan Best Sharia Mutual Fund Awards 2025. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Insight Investments Management (IIM) menorehkan capaian impresif melalui I-Hajj Syariah Fund. Sejak diluncurkan pada 2005 berhasil mencatatkan return kumulatif 439,38 persen, jauh melampaui indeks acuan Infovesta Sharia Fixed Income Fund Index yang hanya tumbuh 156,03 persen pada periode yang sama.
Direktur PT IIM Camar Remoa menegaskan capaian tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total aset keuangan syariah di luar saham pada akhir 2024 mencapai Rp2.883,67 triliun, naik 11,67 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, aset pasar modal syariah meningkat dari Rp1.533,58 triliun pada 2023 menjadi Rp1.733,50 triliun pada 2024.
"Pertumbuhan pasar modal syariah yang solid membuka ruang inovasi sekaligus mencerminkan besarnya minat investor terhadap instrumen berbasis syariah. Strategi investasi kami diharapkan mampu menjaga konsistensi hasil sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Camar dalam keterangan tertulis, Kamis (2/10/2025).
Baca Juga: Inalum Tunda Rencana IPO, Tunggu Restu dari Danantara
Kinerja I-Hajj Syariah Fund terbilang konsisten di berbagai horizon waktu. Hingga September 2025, produk ini membukukan imbal hasil 6,61 persen year-to-date, 9,77 persen dalam satu tahun, 24,76 persen dalam tiga tahun, dan 43,76 persen dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut menegaskan daya saing produk syariah lokal di tengah ketatnya kompetisi pasar investasi.
Selain memberikan keuntungan finansial, produk ini juga mengusung nilai sosial. Sejak awal berdiri, sebagian dana infaq dari investor rutin dialokasikan untuk program pemberangkatan jemaah umrah. Lebih dari 1.000 penerima manfaat telah diberangkatkan melalui program ini sejak 2005, mencerminkan perpaduan antara investasi dan keberkahan sosial.
Direktur PT IIM Camar Remoa menegaskan capaian tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total aset keuangan syariah di luar saham pada akhir 2024 mencapai Rp2.883,67 triliun, naik 11,67 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, aset pasar modal syariah meningkat dari Rp1.533,58 triliun pada 2023 menjadi Rp1.733,50 triliun pada 2024.
"Pertumbuhan pasar modal syariah yang solid membuka ruang inovasi sekaligus mencerminkan besarnya minat investor terhadap instrumen berbasis syariah. Strategi investasi kami diharapkan mampu menjaga konsistensi hasil sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Camar dalam keterangan tertulis, Kamis (2/10/2025).
Baca Juga: Inalum Tunda Rencana IPO, Tunggu Restu dari Danantara
Kinerja I-Hajj Syariah Fund terbilang konsisten di berbagai horizon waktu. Hingga September 2025, produk ini membukukan imbal hasil 6,61 persen year-to-date, 9,77 persen dalam satu tahun, 24,76 persen dalam tiga tahun, dan 43,76 persen dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut menegaskan daya saing produk syariah lokal di tengah ketatnya kompetisi pasar investasi.
Selain memberikan keuntungan finansial, produk ini juga mengusung nilai sosial. Sejak awal berdiri, sebagian dana infaq dari investor rutin dialokasikan untuk program pemberangkatan jemaah umrah. Lebih dari 1.000 penerima manfaat telah diberangkatkan melalui program ini sejak 2005, mencerminkan perpaduan antara investasi dan keberkahan sosial.
Lihat Juga :