Bak Rampasan Perang, Eropa Mau Bagi-bagi Aset Beku Rusia
Kamis, 02 Oktober 2025 - 22:28 WIB
Kekhawatiran Belgia cukup beralasan, mengingat sebagian besar aset Rusia di Eropa disimpan di negara tersebut melalui Euroclear. Hukum internasional juga melarang penyitaan aset negara berdaulat, sehingga Uni Eropa harus mencari cara agar klaim Moskow atas aset bank sentralnya tetap diakui, sambil melindungi Belgia dari potensi pembalasan Rusia.
Rencana ini semakin mendesak seiring berakhirnya bantuan milier AS untuk Kyiv dan tekanan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah Eropa. Komisi Eropa mengusulkan pemanfaatan saldo kas dari sekuritas bank sentral Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina pada 2026 dan 2027.
Namun, Kremlin mengecam usulan tersebut sebagai “pencurian murni”. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan, rencana penggunaan aset Rusia untuk mendanai pinjaman bagi Ukraina adalah “khayalan”. “Sesuai prinsip timbal balik, setiap serangan Uni Eropa terhadap properti kami akan dibalas dengan sangat keras. Mereka pun mengetahuinya,” tegasnya.
Di sisi lain, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa eksekutif Uni Eropa akan memastikan Belgia tidak menanggung risiko sendirian. Meski demikian, De Wever juga mengkhawatirkan aspek keamanan pribadi manajemen Euroclear. “Direktur Euroclear sudah hidup dengan perlindungan ketat, jadi ini berisiko, apa yang akan kita lakukan,” ujarnya.
Baca Juga: Memiliki Bom Nuklir, Prancis Tak Tutup Kemungkinan Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia
Rencana ini semakin mendesak seiring berakhirnya bantuan milier AS untuk Kyiv dan tekanan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah Eropa. Komisi Eropa mengusulkan pemanfaatan saldo kas dari sekuritas bank sentral Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina pada 2026 dan 2027.
Namun, Kremlin mengecam usulan tersebut sebagai “pencurian murni”. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan, rencana penggunaan aset Rusia untuk mendanai pinjaman bagi Ukraina adalah “khayalan”. “Sesuai prinsip timbal balik, setiap serangan Uni Eropa terhadap properti kami akan dibalas dengan sangat keras. Mereka pun mengetahuinya,” tegasnya.
Di sisi lain, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa eksekutif Uni Eropa akan memastikan Belgia tidak menanggung risiko sendirian. Meski demikian, De Wever juga mengkhawatirkan aspek keamanan pribadi manajemen Euroclear. “Direktur Euroclear sudah hidup dengan perlindungan ketat, jadi ini berisiko, apa yang akan kita lakukan,” ujarnya.
Baca Juga: Memiliki Bom Nuklir, Prancis Tak Tutup Kemungkinan Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia
Lihat Juga :