LG Kelola Seluruh Rantai Nilai, Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 15:12 WIB
Berbicara mengenai ketahanan ekonomi Indonesia , lanjut Ha Sang-chul, sektor manufaktur tetap menjadi pilar utama perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 17–20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari seperlima tenaga kerja di dalam negeri. Pada kuartal II tahun 2025, sektor manufaktur tumbuh sebesar 5,6% secara year-on-year, didorong oleh ekspor yang kuat dan lonjakan pesanan baru. Fakta ini secara jelas menunjukkan peran penting pertumbuhan industri dalam menopang kemajuan nasional Indonesia.

Salah satu pendorong utama kemajuan ini adalah strategi Making Indonesia 4.0 yang digagas pemerintah, dengan visi mengubah Indonesia dari pasar menjadi produsen. Rencana ini berfokus pada peningkatan kemandirian industri, pengembangan industri hilir bernilai tambah, serta integrasi Indonesia ke dalam rantai pasok global yang dibangun dengan praktik berkelanjutan dan siap menghadapi era Industri 4.0.

Visi strategis tersebut memperkuat peran krusial sektor manufaktur dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Namun, meski sektor ini terus menunjukkan ketangguhannya, perkembangan jangka panjangnya masih penuh rintangan yang harus diatasi untuk merealisasikan Making Indonesia 4.0. Sekaligus memastikan pertumbuhan inklusif dan kesiapan menghadapi masa depan.

Pangsa sektor manufaktur terhadap PDB telah turun dari 32% pada 2002 menjadi hanya 19% pada 2024. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya tekanan deindustrialisasi, hilangnya lapangan kerja, serta erosi bertahap kelas menengah. Tanpa adanya intervensi, tren ini berisiko melemahkan daya saing ekonomi sekaligus merusak tatanan sosial yang selama ini ditopang oleh basis industri yang kuat.

Oleh karena itu, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus mengidentifikasi sumber pendapatan baru bagi sektor manufaktur. Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Perindustrian telah meluncurkan Peta Jalan Jasa Industri Tahun 2025–2045 yang dirancang untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!