3 Tantangan Ini Masih Membebani Pelaku Usaha MICE dan Event
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 18:39 WIB
Sebagai perbandingan di negara lain seperti, Singapura dan Australia, jika berkontrak dengan pemerintah dapat menjaminkan kontrak tersebut sampai 70% dari nilai kontrak, bahkan bank-bank swasta bisa memberikan pinjaman 60-70% kalau dapat menunjukkan PO (purchase order).
Masalah ketiga, papar Iqbal, yakni rumitnya permasalahan bagi pelaku usaha pariwisata, MICE, event dan multievent lantaran banyak anggota asosiasi yang hingga kini belum dibayar atas pekerjaan sebagai vendor pada kegiatan multi sport event seperti PON XX 2021 di Papua.
Sebagian besar vendor adalah pelaku UMKM seperti katering, transportasi, kontraktor pameran, dan penyelenggara acara. Sudah empat tahun mereka menunggu yang membuat anggota kami mengalami tekanan berat dalam bisnis mereka,” tuturnya.
Baca Juga: Peran MICE dalam Menyusun Strategi Jangka Panjang Perusahaan
Iqbal menambahkan, pelaku usaha menaruh harapan besar kepada Menkeu Purbaya agar dapat mencari solusi. Dengan begitu, industri pariwisata, MICE, dan event yang jumlahnya cukup besar di Indonesia bisa kembali berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
”Kami harap Menteri Keuangan bisa membantu anggota asosiasi kami untuk menyelesaikan masalah itu agar usaha pariwisata khususnya MICE, event, dan multievent bisa berjalan lebih cepat lagi untuk berkontribusi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita,” pungkas Iqbal.
Masalah ketiga, papar Iqbal, yakni rumitnya permasalahan bagi pelaku usaha pariwisata, MICE, event dan multievent lantaran banyak anggota asosiasi yang hingga kini belum dibayar atas pekerjaan sebagai vendor pada kegiatan multi sport event seperti PON XX 2021 di Papua.
Sebagian besar vendor adalah pelaku UMKM seperti katering, transportasi, kontraktor pameran, dan penyelenggara acara. Sudah empat tahun mereka menunggu yang membuat anggota kami mengalami tekanan berat dalam bisnis mereka,” tuturnya.
Baca Juga: Peran MICE dalam Menyusun Strategi Jangka Panjang Perusahaan
Iqbal menambahkan, pelaku usaha menaruh harapan besar kepada Menkeu Purbaya agar dapat mencari solusi. Dengan begitu, industri pariwisata, MICE, dan event yang jumlahnya cukup besar di Indonesia bisa kembali berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
”Kami harap Menteri Keuangan bisa membantu anggota asosiasi kami untuk menyelesaikan masalah itu agar usaha pariwisata khususnya MICE, event, dan multievent bisa berjalan lebih cepat lagi untuk berkontribusi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita,” pungkas Iqbal.
(akr)
Lihat Juga :