Shutdown AS Bisa Rugikan Ekonomi Rp249 Triliun per Minggu, 43.000 Orang Terancam PHK

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 20:26 WIB
Selain itu, CEA juga mencatat penurunan belanja konsumen yang signifikan. "Penutupan selama sebulan dapat mengurangi belanja konsumen AS hingga USD30 miliar," tulis memo tersebut. Gangguan pada layanan publik seperti jaminan sosial, penerbangan, dan bantuan gizi untuk perempuan serta anak-anak juga diprediksi semakin membebani ekonomi masyarakat.

EY Parthenon menambahkan, sebagian kerugian mungkin dapat dipulihkan setelah pemerintah dibuka kembali melalui pembayaran gaji tertunda dan peningkatan aktivitas ekonomi. Namun, efek jangka panjang terhadap kepercayaan pasar dan sektor swasta diperkirakan akan sulit dihindari.

"Penutupan ini bukan hanya soal angka makroekonomi," tulis laporan itu. "Keterlambatan publikasi data ekonomi penting dapat menghambat pengambilan keputusan oleh Federal Reserve, investor, dan pelaku bisnis yang sangat bergantung pada data dalam kondisi ketidakpastian saat ini."

Baca Juga: 5 Alasan Pemerintah AS Shutdown, Salah Satunya Jadi Kesempatan bagi Trump Pecat Ribuan PNS

Penutupan pemerintah AS terakhir terjadi pada akhir 2018 hingga awal 2019 dan berlangsung selama 35 hari. Berdasarkan laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO), shutdown tersebut menelan kerugian ekonomi sekitar USD11 miliar, termasuk kerugian permanen sebesar USD3 miliar, tanpa memperhitungkan dampak tidak langsung seperti penghentian izin usaha dan terbatasnya akses pembiayaan bagi masyarakat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!