Pasar Kripto Bergairah, Harga Bitcoin Pecah Rekor Tembus Rp2,1 Miliar

Rabu, 08 Oktober 2025 - 12:44 WIB
Penurunan cadangan Bitcoin di bursa global ke titik terendah dalam enam tahun turut memperkuat sentimen bullish. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak investor memilih menyimpan Bitcoin di dompet pribadi untuk jangka panjang, menandakan keyakinan terhadap potensi kenaikan harga di masa mendatang.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai pencapaian ini tidak hanya euforia pasar, melainkan bukti kematangan industri aset digital global. "Kenaikan hingga USD126.000 menunjukkan Bitcoin telah memasuki fase yang lebih matang. Kini, Bitcoin bukan lagi sekadar instrumen spekulatif, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diversifikasi aset di lembaga keuangan besar," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/10).

Antony menjelaskan, reli harga kali ini berbeda dengan siklus sebelumnya. Jika pada 2021 kenaikan lebih banyak digerakkan oleh investor ritel dan faktor emosional, maka kini fondasinya lebih kuat. "Penurunan cadangan di bursa, arus dana institusional yang stabil, serta adopsi korporasi menjadi pendorong utama tren ini," kata dia.

Dari sisi domestik, Indodax mencatat lonjakan signifikan aktivitas perdagangan. "Dalam tujuh hari terakhir, volume transaksi naik hampir 50% dibandingkan periode sebelumnya. Pada hari Bitcoin menembus rekor, volume perdagangan di Indodax mencapai sekitar Rp1 triliun," ungkap Antony.

Baca Juga: The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Bitcoin Melejit Tembus Rp1,94 Miliar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!