Sempat Ragu, Himbara Malah Minta Tambah usai Diguyur Duit Rp200 Triliun

Kamis, 09 Oktober 2025 - 14:23 WIB
Sementara itu BNI mencatatkan realisasi penyaluran sebesar 50% dari jatah Rp55 triliun. Di sisi lain, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah menyalurkan sekitar 55% dari total dana Rp10 triliun yang ditempatkan pemerintah.

Adapun Bank BTN menjadi satu-satunya bank dengan penyerapan paling rendah, yakni baru 19% dari total alokasi Rp25 triliun. Febrio menjelaskan, mayoritas pembiayaan dari hasil penempatan dana pemerintah tersebut terserap di sektor-sektor produktif seperti perumahan, konstruksi, dan pertanian.

Febrio menilai, langkah ini sudah mulai menunjukkan dampak positif terhadap kinerja kredit nasional. “Sehingga ini dampaknya bagi pertumbuhan kredit kita harapkan kalau di Agustus itu pertumbuhan kreditnya masih 7 persen, nah ini kita berharap di akhir tahun ini bisa menuju ke 10 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Purbaya Beri Bukti Dana Rp200 Triliun Mulai Terasa Dampaknya ke Ekonomi

Lebih lanjut, Febrio menyebut peningkatan penyaluran kredit ini akan memberikan efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. “Sehingga itu akan cukup real nanti di kredit modal kerja, kredit konsumsi, kredit investasi, dan sebagian akan langsung berdampak pada performance dari PDB kita,” tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!