Buktikan Pertalite Tak Mengandung Etanol, FSPPB Ajak Selamatkan Pertamina
Kamis, 09 Oktober 2025 - 20:38 WIB
Pelaksanaan FGD diawali dengan pemaparan topik Reintegrasi Pertamina dan juga pemaparan isu-isu negatif yang tengah menerpa Pertamina. Bahkan yang menarik, salah seorang peserta FGD menantang untuk pembuktian secara langsung akan video viral yang baru-baru ini beredar di masyarakat yaitu tentang kandungan ethanol produk Pertalite Pertamina yang mencapai 50%.
Tanpa menunggu lama, dipilihlah secara acak salah satu kendaraan roda 2 peserta FGD untuk diambil BBM-nya (jenis Pertalite) sebanyak kurang lebih 500 ml. Uji coba yang disaksikan seluruh peserta pun dilakukan.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Daftar Negara yang Campur Etanol ke BBM, Brazil Sudah 100%
Air sebatas ketinggian tertentu dicampurkan kemudian dikocok dengan stabil. Setelah didiamkan sejenak volume air di dalam botol nampak tetap atau tidak berubah. Sehingga disimpulkan bila tidak ada ethanol sama sekali yang tercampur/terlarut, apalagi sampai 50% sebagaimana video hoax yang viral di masyarakat.
Melalui forum FGD tersebut, FSPPB mengajak masyarakat untuk sadar, bahwa ancaman terhadap kedaulatan energi bukan sekadar isu korporasi, melainkan ancaman eksistensial terhadap masa depan bangsa. "Jika energi dikendalikan oleh swasta dan asing, maka kemakmuran dan kedaulatan rakyat akan ikut tergadai," bebernya.
Tanpa menunggu lama, dipilihlah secara acak salah satu kendaraan roda 2 peserta FGD untuk diambil BBM-nya (jenis Pertalite) sebanyak kurang lebih 500 ml. Uji coba yang disaksikan seluruh peserta pun dilakukan.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Daftar Negara yang Campur Etanol ke BBM, Brazil Sudah 100%
Air sebatas ketinggian tertentu dicampurkan kemudian dikocok dengan stabil. Setelah didiamkan sejenak volume air di dalam botol nampak tetap atau tidak berubah. Sehingga disimpulkan bila tidak ada ethanol sama sekali yang tercampur/terlarut, apalagi sampai 50% sebagaimana video hoax yang viral di masyarakat.
Melalui forum FGD tersebut, FSPPB mengajak masyarakat untuk sadar, bahwa ancaman terhadap kedaulatan energi bukan sekadar isu korporasi, melainkan ancaman eksistensial terhadap masa depan bangsa. "Jika energi dikendalikan oleh swasta dan asing, maka kemakmuran dan kedaulatan rakyat akan ikut tergadai," bebernya.
(akr)
Lihat Juga :