Fokus Pertumbuhan Revenue Bisnis Infrastruktur, Telkom Perkuat TIF
Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:23 WIB
Baca Juga: Lompatan Digital Telkom Akses: Semua Aplikasi Kini Ditenagai AI
Melalui spin-off ini, TIF akan mengelola lebih dari 50 persen total aset infrastruktur jaringan serat optik (fiber) milik Telkom, mencakup segmen access, aggregation, backbone, serta infrastruktur pendukung lainnya. Nilai transaksi bisnis dan aset tersebut mencapai Rp35,8 triliun. Meskipun Telkom masih menguasai lebih dari 99,9 persen saham TIF, anak usaha ini akan beroperasi secara netral dalam melayani pelanggan internal maupun eksternal TelkomGroup.
Pendekatan ini mengikuti praktik terbaik di tingkat global. Beberapa operator besar seperti Telstra (Australia), Telecom Italia (TIM), Telefonica, O2, dan CETIN (Republik Ceko) tercatat berhasil meningkatkan efisiensi dan valuasi melalui pemisahan entitas infrastruktur jaringan.
"Langkah strategis yang sejalan dengan tren global ini diharapkan dapat memungkinkan TIF untuk menghadirkan struktur bisnis yang lebih fokus, transparan, dan kompetitif, yang pada gilirannya akan memperkuat daya saing bisnis di pasar global serta menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," tambah Dian.
Baca Juga: Nuon dan Playup Luncurkan Gerakan Harmoni Nusantara, Majukan Musisi Lokal
Melalui spin-off ini, TIF akan mengelola lebih dari 50 persen total aset infrastruktur jaringan serat optik (fiber) milik Telkom, mencakup segmen access, aggregation, backbone, serta infrastruktur pendukung lainnya. Nilai transaksi bisnis dan aset tersebut mencapai Rp35,8 triliun. Meskipun Telkom masih menguasai lebih dari 99,9 persen saham TIF, anak usaha ini akan beroperasi secara netral dalam melayani pelanggan internal maupun eksternal TelkomGroup.
Pendekatan ini mengikuti praktik terbaik di tingkat global. Beberapa operator besar seperti Telstra (Australia), Telecom Italia (TIM), Telefonica, O2, dan CETIN (Republik Ceko) tercatat berhasil meningkatkan efisiensi dan valuasi melalui pemisahan entitas infrastruktur jaringan.
"Langkah strategis yang sejalan dengan tren global ini diharapkan dapat memungkinkan TIF untuk menghadirkan struktur bisnis yang lebih fokus, transparan, dan kompetitif, yang pada gilirannya akan memperkuat daya saing bisnis di pasar global serta menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," tambah Dian.
Baca Juga: Nuon dan Playup Luncurkan Gerakan Harmoni Nusantara, Majukan Musisi Lokal
Lihat Juga :