Rusia Terdepan Soal Kripto di Eropa, Cetak Transaksi Rp6.102 Triliun

Senin, 27 Oktober 2025 - 07:35 WIB
Operasional DeFi, yang menggunakan aplikasi blockchain untuk perdagangan, peminjaman, dan bunga, naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan level 2023. Perusahaan itu mengatakan stablecoin denominasi rubel Rusia, A7A5, telah membantu meningkatkan peringkat negara tersebut, menjadi "kendaraan utama untuk pembayaran lintas batas."

Dirilis pada bulan Februari, koin kripto ini menjadi yang pertama di Rusia pada bulan lalu yang memenuhi syarat sebagai aset keuangan digital (DFA). Hal itu memberikan hak hukum bagi importir dan eksportir untuk menggunakannya dalam penyelesaian transaksi internasional.

Sementara itu Rusia tetap mengambil sikap hati-hati terhadap perkembangan mata uang kripto. Aset digital tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, dan undang-undang tentang aset keuangan digital melarang penggunaannya secara domestik sambil mengklasifikasikannya sebagai properti yang kena pajak.

Namun kripto diperbolehkan untuk transaksi lintas batas, dan bank sentral telah menciptakan kerangka kerja eksperimental bagi investor terpilih untuk memperdagangkan aset digital. Negara ini juga telah melegalkan penambangan kripto – meski dibatasi di wilayah yang kekurangan energi hingga tahun 2031 –. Lalu pada awal tahun ini, lembaga keuangan terbesar Rusia, Sber, menerbitkan obligasi terstruktur yang terkait dengan Bitcoin.

Presiden Vladimir Putin menyebutkan, regulasi kripto sebagai "area yang menjanjikan," dan mendorong penciptaan kerangka hukum dan teknologi untuk penggunaannya baik secara domestik maupun lintas batas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!