Sandiaga Uno: Asia Bisa Ubah Risiko Iklim Jadi Peluang Ekonomi

Sabtu, 01 November 2025 - 14:00 WIB
Menjawab tantangan pembiayaan hijau, Sandiaga Uno menilai kemitraan publik-swasta dan model pembiayaan campuran menjadi kunci agar proyek hijau lebih layak secara finansial.

"Kami mengurangi risiko dengan modal publik, lalu mengembangkannya bersama investasi swasta. Hasil yang dicapai bukan hanya keuntungan finansial, tetapi juga dampak, lapangan kerja, dan ketahanan," jelasnya.

Baca Juga: Dongkrak Daya Saing UMKM, Desa EMAS Menyentuh Banyak Sektor

Sandiaga Uno menekankan pentingnya kolaborasi regional, khususnya antara Indonesia dan Singapura. Menurutnya, Indonesia memiliki aset alam dan proyek berpotensi besar, sementara Singapura memiliki modal, infrastruktur, dan keahlian.

"Bersama, kita bisa menetapkan standar regional, memperdagangkan kredit lintas negara, dan menjadikan Asia sebagai pusat pasar karbon paling kredibel di dunia," ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, Indonesia memiliki tiga fokus utama dalam peta jalan dekarbonisasi nasional, antara lain transisi energi menuju energi terbarukan dan biofuel, solusi berbasis alam melalui restorasi tiga juta hektar mangrove, serta digitalisasi sistem pemantauan dan tata kelola (digital MRV) untuk menjamin transparansi dan kepercayaan publik. "Pesan kami sederhana, green economy creates green jobs di masa depan," tutupnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!