IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak di Kisaran 8.260-8.620, Investor Asing Wajib Hati-hati
Senin, 10 November 2025 - 07:30 WIB
Menurut data Indo Premier Sekuritas, aliran dana asing pekan lalu banyak masuk ke saham perbankan dan telekomunikasi. Saham BBCA mencatat akumulasi terbesar senilai Rp1,2 triliun, disusul TLKM sebesar Rp814 miliar.
“Sentimen rebalancing indeks MSCI menjadi salah satu pendorong utama masuknya dana asing, selain fundamental ekonomi domestik yang tetap solid,” jelas Hari.
Selain faktor makroekonomi, dua katalis potensial juga menjadi perhatian pasar pekan ini, yakni rencana IPO Superbank yang disebut akan berlangsung pada November serta isu merger antara GRAB dan GOTO yang melibatkan Danantara sebagai pihak strategis.“Kedua isu ini berpotensi menjadi penggerak pasar positif, terutama untuk sektor teknologi dan finansial digital,” ungkap Hari.
Menghadapi dinamika pasar tersebut, Indo Premier Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness dengan fokus pada tiga sektor defensif, yaitu perbankan, konsumsi, dan infrastruktur.“Sementara itu, investor sebaiknya fokus pada saham berfundamental kuat sambil mencermati perkembangan sentimen makro dan global,” kata Hari.
Dengan tren sideways menguat terbatas, IHSG diprediksi masih akan ditopang oleh optimisme investor asing dan stabilnya indikator ekonomi domestik. Baca Juga: Sejak Purbaya Menjabat, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Enam Kali
“Sentimen rebalancing indeks MSCI menjadi salah satu pendorong utama masuknya dana asing, selain fundamental ekonomi domestik yang tetap solid,” jelas Hari.
Selain faktor makroekonomi, dua katalis potensial juga menjadi perhatian pasar pekan ini, yakni rencana IPO Superbank yang disebut akan berlangsung pada November serta isu merger antara GRAB dan GOTO yang melibatkan Danantara sebagai pihak strategis.“Kedua isu ini berpotensi menjadi penggerak pasar positif, terutama untuk sektor teknologi dan finansial digital,” ungkap Hari.
Menghadapi dinamika pasar tersebut, Indo Premier Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness dengan fokus pada tiga sektor defensif, yaitu perbankan, konsumsi, dan infrastruktur.“Sementara itu, investor sebaiknya fokus pada saham berfundamental kuat sambil mencermati perkembangan sentimen makro dan global,” kata Hari.
Dengan tren sideways menguat terbatas, IHSG diprediksi masih akan ditopang oleh optimisme investor asing dan stabilnya indikator ekonomi domestik. Baca Juga: Sejak Purbaya Menjabat, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Enam Kali
Lihat Juga :