Bakti BCA Perkuat Ketahanan Lingkungan dan Ekonomi Warga
Senin, 17 November 2025 - 13:37 WIB
Kecamatan Ngantang dikenal sebagai salah satu wilayah pemasok air utama yang menyokong aktivitas pertanian, peternakan, dan kebutuhan rumah tangga. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penurunan tutupan vegetasi telah mengakibatkan berkurangnya debit dan kualitas air. Situasi ini berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi pertanian, risiko gagal panen, dan percepatan degradasi lahan. Dengan demikian, menjaga hulu air secara strategis berarti menjaga mata pencaharian warga.
Intervensi restorasi mata air di Ngantang dimulai dengan pembersihan area sumber mata air, perbaikan tampungan air (rorak), serta penguatan sistem tampungan alami untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Selain itu, dipasang filter ramah lingkungan alami berupa batu, kerikil, pasir, dan karbon aktif untuk menjaga kualitas air yang mengalir ke lahan pertanian dan pemukiman.
Baca Juga: Program Student Goes to Nature: Pelajar Diajarkan Pentingnya Melestarikan Orang Utan
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pelibatan aktif GAPOKTANHUT dan masyarakat setempat. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penjaga dan pengelola kawasan konservasi hutan secara jangka panjang.
Program di Ngantang ini merupakan kelanjutan kolaborasi antara BCA dan Jejakin yang telah dimulai sejak 2023. Setelah Malang, BCA akan melanjutkan inisiatif Restorasi Mata Air ini di Desa Temurejo, Kabupaten Banyuwangi. Komitmen BCA terhadap pelestarian lingkungan di bawah payung Bakti Lingkungan telah diwujudkan secara konsisten; hingga kini BCA telah menanam lebih dari 190.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia sejak tahun 2009.
Intervensi restorasi mata air di Ngantang dimulai dengan pembersihan area sumber mata air, perbaikan tampungan air (rorak), serta penguatan sistem tampungan alami untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Selain itu, dipasang filter ramah lingkungan alami berupa batu, kerikil, pasir, dan karbon aktif untuk menjaga kualitas air yang mengalir ke lahan pertanian dan pemukiman.
Baca Juga: Program Student Goes to Nature: Pelajar Diajarkan Pentingnya Melestarikan Orang Utan
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pelibatan aktif GAPOKTANHUT dan masyarakat setempat. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penjaga dan pengelola kawasan konservasi hutan secara jangka panjang.
Program di Ngantang ini merupakan kelanjutan kolaborasi antara BCA dan Jejakin yang telah dimulai sejak 2023. Setelah Malang, BCA akan melanjutkan inisiatif Restorasi Mata Air ini di Desa Temurejo, Kabupaten Banyuwangi. Komitmen BCA terhadap pelestarian lingkungan di bawah payung Bakti Lingkungan telah diwujudkan secara konsisten; hingga kini BCA telah menanam lebih dari 190.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia sejak tahun 2009.
(nng)
Lihat Juga :