Bakti BCA Perkuat Ketahanan Lingkungan dan Ekonomi Warga
Senin, 17 November 2025 - 13:37 WIB
loading...
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat melalui program Penanaman Pohon dan Restorasi Mata Air. Inisiatif yang berlokasi di Desa Sekar Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini menjadi bagian integral dari pilar Bakti Lingkungan di bawah payung program Bakti BCA.
Kegiatan yang berlangsung pada 8 hingga 10 November 2025 ini secara khusus menitikberatkan pada pemulihan fungsi ekosistem di wilayah hulu air, yang berperan vital sebagai penopang keberlanjutan ekonomi di kawasan hilir, serta pemulihan kawasan tangkapan air (catchment area) di Ngantang. Sebanyak 21.000 pohon ditanam di kawasan perhutanan sosial, terdiri dari 12.000 bambu dan 9.000 tanaman multi-purpose tree species (MPTS) seperti alpukat dan durian.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa intervensi ini dilakukan berdasarkan pemahaman bahwa isu lingkungan memiliki korelasi langsung dengan kesejahteraan.
"Pemulihan ekosistem hulu air bukan hanya isu lingkungan, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan keberlanjutan ekonomi masyarakat di hilir. BCA meyakini bahwa ketersediaan air yang stabil tidak hanya menopang keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mendorong perekonomian lokal, mulai dari hasil lahan produktif hingga pengembangan wisata alam yang berkelanjutan," ujar Hera dalam keterangannya, Senin (17/11).
Bambu dipilih sebagai elemen utama karena kemampuannya yang unggul dalam menahan erosi, memperkuat struktur tanah, dan meningkatkan daya serap air, yang sangat mendukung restorasi sistem hidrologis alami di kawasan Ngantang. Program konservasi kawasan hulu air ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara Bakti BCA dengan warga setempat yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Hutan (GAPOKTANHUT), didukung oleh mitra pelaksana Jejakin dan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL).
Baca Juga: Purbaya Bertemu Bos-bos Bank Swasta: Mereka Pengen Tahu Saya, Ngaco Apa Nggak!
Kecamatan Ngantang dikenal sebagai salah satu wilayah pemasok air utama yang menyokong aktivitas pertanian, peternakan, dan kebutuhan rumah tangga. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penurunan tutupan vegetasi telah mengakibatkan berkurangnya debit dan kualitas air. Situasi ini berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi pertanian, risiko gagal panen, dan percepatan degradasi lahan. Dengan demikian, menjaga hulu air secara strategis berarti menjaga mata pencaharian warga.
Intervensi restorasi mata air di Ngantang dimulai dengan pembersihan area sumber mata air, perbaikan tampungan air (rorak), serta penguatan sistem tampungan alami untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Selain itu, dipasang filter ramah lingkungan alami berupa batu, kerikil, pasir, dan karbon aktif untuk menjaga kualitas air yang mengalir ke lahan pertanian dan pemukiman.
Baca Juga: Program Student Goes to Nature: Pelajar Diajarkan Pentingnya Melestarikan Orang Utan
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pelibatan aktif GAPOKTANHUT dan masyarakat setempat. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penjaga dan pengelola kawasan konservasi hutan secara jangka panjang.
Program di Ngantang ini merupakan kelanjutan kolaborasi antara BCA dan Jejakin yang telah dimulai sejak 2023. Setelah Malang, BCA akan melanjutkan inisiatif Restorasi Mata Air ini di Desa Temurejo, Kabupaten Banyuwangi. Komitmen BCA terhadap pelestarian lingkungan di bawah payung Bakti Lingkungan telah diwujudkan secara konsisten; hingga kini BCA telah menanam lebih dari 190.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia sejak tahun 2009.
Kegiatan yang berlangsung pada 8 hingga 10 November 2025 ini secara khusus menitikberatkan pada pemulihan fungsi ekosistem di wilayah hulu air, yang berperan vital sebagai penopang keberlanjutan ekonomi di kawasan hilir, serta pemulihan kawasan tangkapan air (catchment area) di Ngantang. Sebanyak 21.000 pohon ditanam di kawasan perhutanan sosial, terdiri dari 12.000 bambu dan 9.000 tanaman multi-purpose tree species (MPTS) seperti alpukat dan durian.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa intervensi ini dilakukan berdasarkan pemahaman bahwa isu lingkungan memiliki korelasi langsung dengan kesejahteraan.
"Pemulihan ekosistem hulu air bukan hanya isu lingkungan, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan keberlanjutan ekonomi masyarakat di hilir. BCA meyakini bahwa ketersediaan air yang stabil tidak hanya menopang keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mendorong perekonomian lokal, mulai dari hasil lahan produktif hingga pengembangan wisata alam yang berkelanjutan," ujar Hera dalam keterangannya, Senin (17/11).
Bambu dipilih sebagai elemen utama karena kemampuannya yang unggul dalam menahan erosi, memperkuat struktur tanah, dan meningkatkan daya serap air, yang sangat mendukung restorasi sistem hidrologis alami di kawasan Ngantang. Program konservasi kawasan hulu air ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara Bakti BCA dengan warga setempat yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Hutan (GAPOKTANHUT), didukung oleh mitra pelaksana Jejakin dan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL).
Baca Juga: Purbaya Bertemu Bos-bos Bank Swasta: Mereka Pengen Tahu Saya, Ngaco Apa Nggak!
Kecamatan Ngantang dikenal sebagai salah satu wilayah pemasok air utama yang menyokong aktivitas pertanian, peternakan, dan kebutuhan rumah tangga. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penurunan tutupan vegetasi telah mengakibatkan berkurangnya debit dan kualitas air. Situasi ini berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi pertanian, risiko gagal panen, dan percepatan degradasi lahan. Dengan demikian, menjaga hulu air secara strategis berarti menjaga mata pencaharian warga.
Intervensi restorasi mata air di Ngantang dimulai dengan pembersihan area sumber mata air, perbaikan tampungan air (rorak), serta penguatan sistem tampungan alami untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Selain itu, dipasang filter ramah lingkungan alami berupa batu, kerikil, pasir, dan karbon aktif untuk menjaga kualitas air yang mengalir ke lahan pertanian dan pemukiman.
Baca Juga: Program Student Goes to Nature: Pelajar Diajarkan Pentingnya Melestarikan Orang Utan
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pelibatan aktif GAPOKTANHUT dan masyarakat setempat. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penjaga dan pengelola kawasan konservasi hutan secara jangka panjang.
Program di Ngantang ini merupakan kelanjutan kolaborasi antara BCA dan Jejakin yang telah dimulai sejak 2023. Setelah Malang, BCA akan melanjutkan inisiatif Restorasi Mata Air ini di Desa Temurejo, Kabupaten Banyuwangi. Komitmen BCA terhadap pelestarian lingkungan di bawah payung Bakti Lingkungan telah diwujudkan secara konsisten; hingga kini BCA telah menanam lebih dari 190.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia sejak tahun 2009.
(nng)
Lihat Juga :