PLN Dorong Lompatan Ekonomi Digital lewat Penyambungan KTT Pertama untuk Data Center di Cikarang
Minggu, 23 November 2025 - 11:52 WIB
PT PLN (Persero) resmi melakukan penyambungan pelanggan Kategori Tegangan Tinggi (KTT) pertama di Indonesia khusus untuk sektor data center yang berlokasi di kawasan industri GIIC, Kabupaten Bekasi.
CIKARANG - Transformasi digital Indonesia mendapat dorongan besar setelah PT PLN (Persero) resmi melakukan penyambungan pelanggan Kategori Tegangan Tinggi (KTT) pertama di Indonesia khusus untuk sektor data center yang berlokasi di kawasan industri GIIC, Kabupaten Bekasi. Langkah strategis ini mempertegas posisi Cikarang sebagai salah satu episentrum ekonomi digital nasional.
Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, menjelaskan bahwa industri pusat data kini tumbuh sebagai salah satu sektor paling dinamis di Asia Pasifik. Menurutnya, Cikarang menjadi magnet baru bagi para operator global berkat kematangannya sebagai kawasan industri dan kesiapan pasokan listrik yang kuat.
“Cikarang memiliki infrastruktur matang, ruang ekspansi luas, dan dukungan kelistrikan yang sangat siap. Kombinasi ini menjadikan wilayah ini semakin strategis bagi pembangunan pusat data berskala global,” jelas Wiedhyarno.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya kebutuhan energi untuk cloud services, artificial intelligence (AI), dan hyperscale computing mendorong permintaan daya dalam skala besar. PLN merespons cepat tren tersebut dengan memperkuat infrastruktur kelistrikan, termasuk Gardu Induk Data Center GIIC berkapasitas hingga 1.000 MVA.
Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, menjelaskan bahwa industri pusat data kini tumbuh sebagai salah satu sektor paling dinamis di Asia Pasifik. Menurutnya, Cikarang menjadi magnet baru bagi para operator global berkat kematangannya sebagai kawasan industri dan kesiapan pasokan listrik yang kuat.
“Cikarang memiliki infrastruktur matang, ruang ekspansi luas, dan dukungan kelistrikan yang sangat siap. Kombinasi ini menjadikan wilayah ini semakin strategis bagi pembangunan pusat data berskala global,” jelas Wiedhyarno.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya kebutuhan energi untuk cloud services, artificial intelligence (AI), dan hyperscale computing mendorong permintaan daya dalam skala besar. PLN merespons cepat tren tersebut dengan memperkuat infrastruktur kelistrikan, termasuk Gardu Induk Data Center GIIC berkapasitas hingga 1.000 MVA.
Lihat Juga :