Rupiah Sepekan Fluktuatif, Ditutup Menguat Tipis ke Rp16.716

Minggu, 23 November 2025 - 16:00 WIB
Baca Juga: Redenominasi: Sinyal Kebijakan atau Sekadar Kosmetik Moneter?

Pengamat Ekonomi Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuabi menilai kembalinya surplus transaksi berjalan (Current Account) Indonesia menjadi sinyal positif.

Transaksi berjalan mencatat surplus USD4 miliar atau 1,1 persen dari PDB pada kuartal III-2025. Angka ini berbalik dari defisit USD2,7 miliar atau 0,8 persen dari PDB pada kuartal sebelumnya, mengakhiri 10 kuartal berturut-turut mengalami defisit.

"Surplus ini ditopang oleh neraca perdagangan Indonesia yang meningkat, disumbang terutama oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas,” ujar Ibrahim dalam keterangannya Jumat 21 November 2025.

Ibrahim menambahkan, surplus juga didukung oleh defisit neraca jasa yang menurun seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara, serta defisit neraca pendapatan primer yang lebih rendah. “Neraca pendapatan primer mencatat defisit yang lebih rendah seiring dengan telah berlalunya periode pembayaran dividen dan bunga/kupon,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!