IHSG Berbalik Arah usai Cetak Rekor Tertinggi, Rupiah Menguat
Selasa, 25 November 2025 - 17:14 WIB
Pada perdagangan ini, saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) dan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) memimpin penguatan dengan gain di atas 34 persen. Sebaliknya, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) dan PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) tercatat sebagai saham dengan koreksi terdalam.
Berbeda dengan IHSG, Rupiah ditutup menguat 42 poin (0,25 persen) ke level Rp16.656 per dolar AS. Penguatan ini tidak lepas dari sentimen eksternal yang mendorong apresiasi mata uang di kawasan emerging markets.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa penguatan Rupiah terutama didorong oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember mendatang. "Komentar dovish dari para pejabat The Fed, termasuk Gubernur Christopher Waller, telah meningkatkan probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 bps," jelas Ibrahim dalam risetnya.
Perangkat CME FedWatch menunjukkan, pasar kini memperkirakan hampir 80 persen kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga bulan depan, meningkat signifikan dari level 30 persen sebelumnya. Pelaku pasar kini menanti rilis data ekonomi AS terbaru, termasuk Indeks Harga Produsen dan Penjualan Ritel, untuk mengonfirmasi arah kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Diramal Tembus Level 8.600, Cek Rekomendasi Sahamnya
Berbeda dengan IHSG, Rupiah ditutup menguat 42 poin (0,25 persen) ke level Rp16.656 per dolar AS. Penguatan ini tidak lepas dari sentimen eksternal yang mendorong apresiasi mata uang di kawasan emerging markets.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa penguatan Rupiah terutama didorong oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember mendatang. "Komentar dovish dari para pejabat The Fed, termasuk Gubernur Christopher Waller, telah meningkatkan probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 bps," jelas Ibrahim dalam risetnya.
Perangkat CME FedWatch menunjukkan, pasar kini memperkirakan hampir 80 persen kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga bulan depan, meningkat signifikan dari level 30 persen sebelumnya. Pelaku pasar kini menanti rilis data ekonomi AS terbaru, termasuk Indeks Harga Produsen dan Penjualan Ritel, untuk mengonfirmasi arah kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Diramal Tembus Level 8.600, Cek Rekomendasi Sahamnya
Lihat Juga :