Surplus Perdagangan Indonesia Terus Naik, Sinyal Ketahanan Ekonomi Kuat Jelang Akhir 2025

Selasa, 02 Desember 2025 - 17:48 WIB
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini memberikan pemaparan kinerja perdagangan Indonesia di gedung Badan Pusat Statistik di Jakarta. Foto/Dok
JAKARTA - Kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat menjelang akhir 2025. Surplus neraca perdagangan pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai USD35,88 miliar, meningkat sekitar USD10,98 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Surplus ini juga memperpanjang catatan positif selama 66 bulan berturut-turut, sebuah capaian yang mengindikasikan daya saing ekspor Indonesia masih berada di jalur yang solid meski kondisi global belum sepenuhnya stabil.

"Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus sepanjang Januari–Oktober 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar USD51,51 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD15,63 miliar," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, Senin (1/12/2025).



Baca Juga: BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok

Nilai ekspor tumbuh impresif, nyaris 7%. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan, yang mencatat nilai ekspor sebesar USD187,82 miliar, atau naik 15,75%. Tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia adalah China, Amerika Serikat, dan India.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!