Para Pakar Bedah Dampak Reformasi BUMN dalam RTD Nagara Institute
Selasa, 02 Desember 2025 - 17:33 WIB
Edi Sewandono menyoroti belum adanya roadmap yang jelas terkait relasi bisnis BUMN-Danantara dengan daerah serta kontribusi fiskal yang seharusnya diperoleh pemerintah lokal. Ia menjelaskan banyak aset BUMN di daerah yang tidak terkelola optimal, termasuk milik BUMN yang sedang sakit. “Daerah jangan hanya menjadi objek, tetapi harus menjadi subjek yang ikut memiliki share dalam pengelolaan aset BUMN,” jelasnya.
Paparan para peneliti memperlihatkan bahwa isu porsi daerah—termasuk participating interest dan pembagian manfaat ekonomi—masih menjadi titik krusial dalam skema reformasi BUMN.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan reformasi BUMN melalui Danantara menciptakan dua mesin ekonomi sekaligus. Keduanya yakni BUMN dengan bisnis eksisting dan Danantara Investment yang mengelola dividen menjadi modal investasi baru.
Banyak BUMN besar beroperasi di Jawa Timur, yakni Semen Indonesia, Petrokimia Gresik, Pelindo, Perhutani, hingga PTPN. Reformasi diharapkan mampu memperluas lapangan kerja, investasi, dan transformasi sektor strategis seperti pangan dan energi.
Emil juga menyinggung inisiatif kerja sama Danantara dengan sektor peternakan-peranian serta proyek Waste to Energy di Malang Raya, hingga kinerja SGN yang telah menyerap sekitar Rp1 triliun hasil panen tebu. “Kami optimis Danantara dapat membawa manfaat besar bagi Jawa Timur. Harapan kami sederhana: memperbanyak ruang sinergi,” ujarnya.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menekankan reformasi BUMN harus memastikan negara tidak bersaing dengan masyarakat. Ia mengungkapkan laba BUMN saat ini mencapai lebih dari Rp300 triliun. Namun hanya Rp80-90 triliun yang menjadi dividen dan kemudian dialihkan sebagai modal Danantara.
Paparan para peneliti memperlihatkan bahwa isu porsi daerah—termasuk participating interest dan pembagian manfaat ekonomi—masih menjadi titik krusial dalam skema reformasi BUMN.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan reformasi BUMN melalui Danantara menciptakan dua mesin ekonomi sekaligus. Keduanya yakni BUMN dengan bisnis eksisting dan Danantara Investment yang mengelola dividen menjadi modal investasi baru.
Banyak BUMN besar beroperasi di Jawa Timur, yakni Semen Indonesia, Petrokimia Gresik, Pelindo, Perhutani, hingga PTPN. Reformasi diharapkan mampu memperluas lapangan kerja, investasi, dan transformasi sektor strategis seperti pangan dan energi.
Emil juga menyinggung inisiatif kerja sama Danantara dengan sektor peternakan-peranian serta proyek Waste to Energy di Malang Raya, hingga kinerja SGN yang telah menyerap sekitar Rp1 triliun hasil panen tebu. “Kami optimis Danantara dapat membawa manfaat besar bagi Jawa Timur. Harapan kami sederhana: memperbanyak ruang sinergi,” ujarnya.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menekankan reformasi BUMN harus memastikan negara tidak bersaing dengan masyarakat. Ia mengungkapkan laba BUMN saat ini mencapai lebih dari Rp300 triliun. Namun hanya Rp80-90 triliun yang menjadi dividen dan kemudian dialihkan sebagai modal Danantara.
Lihat Juga :