Purbaya Jaga Ekonomi Tetap di Atas 5,6%, Seberapa Besar Efek Banjir Sumatera?
Kamis, 04 Desember 2025 - 22:03 WIB
Mengantisipasi tekanan yang mungkin timbul dari gangguan pada sistem finansial di kawasan yang terdampak bencana, Purbaya menegaskan pemerintah siap mengulangi langkah intervensi. Pemerintah akan menggelontorkan dana ke perbankan, melanjutkan kebijakan yang telah dilakukan sejak September 2025 dengan menempatkan dana menganggur pemerintah di Bank Indonesia (BI) senilai Rp276 triliun.
"Jadi saya pikir sih masih akan di atas 5,5 persen. Saya akan monitor kondisi keuangan di sistem finansial, kalau masih dianggap kurang saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan," ujar Purbaya.
Di samping itu, Purbaya juga memastikan kecukupan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan terus dipenuhi sesuai kebutuhan program penanganan bencana yang diajukan. Meskipun anggaran BNPB saat ini mencapai lebih dari Rp500 miliar dan diperkirakan belum habis, pemerintah menjamin ketersediaan dana tambahan.
Baca Juga: Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Kuartal IV Tumbuh di Atas 5,5%
"Kami masih tunggu. Tapi mereka sudah punya uang di anggaran mereka Rp500 miliar lebih, mungkin belum habis. Tapi kita sediakan nanti kalau diperlukan lebih banyak dari itu," tegas Purbaya.
"Jadi saya pikir sih masih akan di atas 5,5 persen. Saya akan monitor kondisi keuangan di sistem finansial, kalau masih dianggap kurang saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan," ujar Purbaya.
Di samping itu, Purbaya juga memastikan kecukupan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan terus dipenuhi sesuai kebutuhan program penanganan bencana yang diajukan. Meskipun anggaran BNPB saat ini mencapai lebih dari Rp500 miliar dan diperkirakan belum habis, pemerintah menjamin ketersediaan dana tambahan.
Baca Juga: Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Kuartal IV Tumbuh di Atas 5,5%
"Kami masih tunggu. Tapi mereka sudah punya uang di anggaran mereka Rp500 miliar lebih, mungkin belum habis. Tapi kita sediakan nanti kalau diperlukan lebih banyak dari itu," tegas Purbaya.
(akr)
Lihat Juga :