Gaikindo Sebut Belum Ada PHK di industri Automotif

Rabu, 15 April 2020 - 10:31 WIB
Jongkie menambahkan, PHK merupakan suatu langkah yang patut dihindari. Meski hal itu tergantung pada kebijakan dari masing-masing Agen Pemegang Merek (APM). "Kami berharap agar wabah ini bisa cepat berlalu dan angka penjualan dapat secepatnya kembali normal sehingga produksi bisa jalan lagi. Begitu juga pabrik-pabrik komponen dapat bekerja kembali," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengungkapkan, untuk produsen mobil yang memiliki kekuatan dana besar, wabah ini tidak akan membuat mereka tumbang. Soal PHK, kata Tauhid, para APM tentunya akan menghindari hal ini, karena para teknisi pabrik automotif itu merupakan aset yang besar.

"Biaya pelatihan untuk para perkerja itu sangat besar angkanya, jadi akan sangat rugi jika mereka di-PHK," kata Tauhid

Tauhid memprediksi bahwa industri automotif akan mengalami recovery menjelang akhir tahun. Hal itu didasari dari berbagai kajian yang mengatakan bahwa puncak pandemi akan terjadi pada bulan Mei sampai September hingga tidak ada kasus lagi.

"Maka recovery-nya mulai Oktober, November, Desember. Jadi punya waktu tiga sampai empat bulan recovery di 2020. Dan setelah itu baru industri automotif mulai leluasa. Kalau puncaknya sampai Juni akan semakin mundur," jelasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!