Indonesia Tetap Impor Minyak AS Meski Negosiasi Dagang Terancam Gagal

Senin, 15 Desember 2025 - 14:35 WIB
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk tetap mengimpor migas dari AS meski negosiasi dagang terancam gagal. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk tetap mengimpor minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat, meski kesepakatan dagang kedua negara dikabarkan terancam gagal. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan pihaknya akan terus mengupayakan rencana impor migas senilai USD 10 miliar atau sekitar Rp168,56 triliun sesuai kesepakatan awal.

"Kami dari ESDM itu tetap apa yang sudah dikomitmen untuk kita impor dari AS itu tetap akan kita upayakan," ujar Yuliot dikutip, Senin (15/12/2025).



Ia menjelaskan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mengkoordinasikan langkah selanjutnya dengan melibatkan seluruh kementerian dan lembaga terkait.

Pernyataan ini muncul setelah laporan Financial Times dan Reuters yang menyebutkan kesepakatan dagang Indonesia-AS yang diumumkan pada Juli 2025 terancam batal. Pejabat AS mengklaim Indonesia menarik kembali beberapa komitmen terkait penghapusan hambatan non-tarif pada ekspor industri dan pertanian AS, serta isu perdagangan digital.

Baca Juga: AS Tuding Indonesia Ingkar Janji, Ancam Batalkan Kesepakatan Dagang

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah adanya masalah serius. Setelah bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada Kamis (11/12) malam, Airlangga memastikan negosiasi akan terus berlanjut. "Non-tariff barrier tinggal ditulis saja. Semua sudah selesai antara Pak Presiden Prabowo dan Presiden Trump," kata Airlangga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!