Gabung Koalisi Belgia, Italia Tolak Uni Eropa Bekukan Aset Rusia

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:20 WIB
Perdana Menteri Bart De Wever menyebut rencana tersebut sebagai "kebencian total," dengan peringatan bahwa negara-negara anggota bisa menghadapi gugatan dari Rusia dan terpaksa mengganti rugi Moskow.

De Wever mengilustrasikan risikonya dengan analogi: "Ini adalah uang dari negara yang tidak sedang perang dengan kita. Ini seperti merusak masuk ke kedutaan besar, mengambil semua perabotannya, dan menjualnya," ujarnya dikutip dari Euronews, Selasa (16/12/2025)

Menurut De Wever, penggunaan aset tersebut berpotensi melanggar prinsip hukum internasional. Ia mengibaratkan langkah itu seperti memasuki wilayah diplomatik negara lain dan mengambil harta benda yang dilindungi, yang pada akhirnya bisa menimbulkan konsekuensi serius bagi negara anggota Uni Eropa.

Di sisi lain, Komisi Eropa pekan lalu mengaktifkan Pasal 122 Perjanjian Uni Eropa, ketentuan darurat yang memungkinkan pengambilan keputusan melalui mayoritas kualifikasi. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi veto Hungaria dan Slovakia yang menolak kebijakan pembekuan aset Rusia secara tidak terbatas.

Baca Juga: Para Miliarder Dunia Bersiap Hadapi Kiamat, Bangun Bunker Mewah hingga Pelindung Badai
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!