Mengelola Sumur Migas Mature dengan Teknologi Modern, Legislator Mengakui SDM PHE Andal

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:05 WIB
Sementara terkait ketahanan energi Sartono berharap, PHE tidak hanya mengandalkan sumur eksisting. Lebih dari itu, Pertamina harus terus menemukan cadangan baru dan menjaga investasi teknologi.

Terpisah, pakar eksplorasi geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Wawan Gunawan A. Kadir, mengapresiasi pendekatan komprehensif PHE terhadap sumur mature, yaitu secara konvensional dan teknologi modern.

Sebab menurutnya dari lapangan-lapangan mature sebenarnya yang bisa diambil secara alamiah hanya sekitar 35-45%. Setelah itu rata-rata 60% membutuhkan teknologi untuk meng-improve supaya produksi sumur-sumur mature terus naik.

Melalui kedua pendekatan tersebut, Wawan yakin bahwa PHE akan bisa terus meningkatkan produksi, guna mendukung ketahanan energi. Termasuk keyakinan mencapai target produksi minyak mentah 1 juta barel per hari pada 2030.

“Saya termasuk yang berdoa dan punya keyakinan, kalau semua lapangan bisa terpelihara, bisa ditingkatkan produksinya, mestinya bisa tercapai. Karena dulu kita pernah di atas 1 juta,” ucap Wawan.

Wawan menjelaskan, sumur mature berbeda dengan sumur tua yang sudah idle dan tidak dipakai lagi. Sumur mature merupakan sumur yang tingkat kenaikan produksinya pada level ”hampir tidak bisa naik lagi.”

Karena itulah agar produksi tidak mentok, selain secara konvensional, implementasi teknologi modern juga perlu dilakukan. Teknologi tersebut harus diaplikasikan, supaya produksi sumur mature tidak berhenti pada angka tertentu, namun bisa lebih ditingkatkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!