ADB: Ketidakpastian Besar, Ekonomi Indonesia 2020 Akan Terkontraksi 1%
Rabu, 16 September 2020 - 03:56 WIB
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami kontraksi 1,0% tahun ini di tengah pandemi penyakit virus corona (Covid-19), sebelum naik kembali ke tingkat pertumbuhan 5,3% pada tahun 2021, demikian menurut laporan baru dari Asian Development Bank (ADB) .
Asian Development Outlook (ADO) 2020 Update menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia tahun depan akan didukung oleh perekonomian global dan reformasi domestik yang meningkatkan investasi.
Kontraksi tahun ini, yang merupakan kemerosotan perekonomian Indonesia yang pertama sejak krisis keuangan Asia tahun 1997–1998, terjadi di tengah proyeksi pertumbuhan negatif secara keseluruhan di kawasan Asia yang sedang berkembang, termasuk Malaysia (-5,0%), Filipina (-7,3%), dan Thailand (-8,0%). (Baca juga: Indonesia Paling Agresif Soal Urusan Berburu Vaksin Covid-19 )
“Meskipun memiliki fundamental makroekonomi yang kuat, Indonesia diperkirakan akan menghadapi jalur pertumbuhan yang sulit sampai dengan akhir tahun 2020, mengingat besarnya ketidakpastian dalam cakupan dan tren pandemi di Indonesia,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein, di Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Asian Development Outlook (ADO) 2020 Update menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia tahun depan akan didukung oleh perekonomian global dan reformasi domestik yang meningkatkan investasi.
Kontraksi tahun ini, yang merupakan kemerosotan perekonomian Indonesia yang pertama sejak krisis keuangan Asia tahun 1997–1998, terjadi di tengah proyeksi pertumbuhan negatif secara keseluruhan di kawasan Asia yang sedang berkembang, termasuk Malaysia (-5,0%), Filipina (-7,3%), dan Thailand (-8,0%). (Baca juga: Indonesia Paling Agresif Soal Urusan Berburu Vaksin Covid-19 )
“Meskipun memiliki fundamental makroekonomi yang kuat, Indonesia diperkirakan akan menghadapi jalur pertumbuhan yang sulit sampai dengan akhir tahun 2020, mengingat besarnya ketidakpastian dalam cakupan dan tren pandemi di Indonesia,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein, di Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Lihat Juga :