Uang Beredar per November 2025 Capai Rp9.891,6 Triliun
Senin, 22 Desember 2025 - 13:34 WIB
Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp9.891,6 triliun pada November 2025. Foto/Dok
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp9.891,6 triliun pada November 2025. Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,3% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 7,7 persen yoy.
“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 11,4 persen yoy dan uang kuasi sebesar 5,9 persen yoy,” tulis Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Senin (22/12/2025).
Baca Juga: Naik 8%, Uang Beredar Tembus Rp9.771 Triliun per September 2025
BI menjelaskan bahwa peningkatan M2 pada November 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, serta tagihan bersih kepada pemerintah pusat. Tercatat, aktiva luar negeri bersih tumbuh 9,7% yoy, melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,4% yoy.
Sementara itu penyaluran kredit pada November 2025 tumbuh 7,9% yoy, lebih tinggi setelah bulan sebelumnya sebesar 7,0% yoy. Selain itu tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat tumbuh 8,7% yoy, meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 5,4% yoy.
“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 11,4 persen yoy dan uang kuasi sebesar 5,9 persen yoy,” tulis Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Senin (22/12/2025).
Baca Juga: Naik 8%, Uang Beredar Tembus Rp9.771 Triliun per September 2025
BI menjelaskan bahwa peningkatan M2 pada November 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, serta tagihan bersih kepada pemerintah pusat. Tercatat, aktiva luar negeri bersih tumbuh 9,7% yoy, melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,4% yoy.
Sementara itu penyaluran kredit pada November 2025 tumbuh 7,9% yoy, lebih tinggi setelah bulan sebelumnya sebesar 7,0% yoy. Selain itu tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat tumbuh 8,7% yoy, meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 5,4% yoy.
Lihat Juga :