Dorong Konsumsi Domestik, China Pangkas Tarif Impor 935 Produk Mulai 2026
Selasa, 30 Desember 2025 - 07:46 WIB
Pemerintah China mengumumkan rencana penurunan tarif impor untuk 935 produk yang akan berlaku mulai 1 Januari 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Pemerintah China mengumumkan rencana penurunan tarif impor untuk 935 produk yang akan berlaku mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini menyasar bahan baku strategis bagi manufaktur canggih, peralatan medis, serta teknologi energi hijau sebagai bagian dari upaya Beijing mendorong permintaan domestik dan memperkuat industri prioritas nasional.
Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China menyatakan tarif impor sementara akan ditetapkan di bawah tingkat most-favored-nation (MFN) yang berlaku bagi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Pemangkasan tarif tersebut mencakup komoditas berbasis sumber daya, seperti bubuk hitam daur ulang untuk baterai lithium-ion, serta produk medis termasuk pembuluh darah buatan dan kit diagnostik penyakit menular tertentu.
Menurut Xinhua News Agency milik negara, langkah ini bertujuan untuk “meningkatkan sinergi antara pasar domestik dan internasional” serta memperluas pasokan barang berkualitas tinggi di pasar domestik. Komisi tersebut menyatakan bahwa impor yang dapat memperkuat kemandirian teknologi China, mendukung transisi ke ekonomi hijau, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan dikenai tarif yang lebih rendah.
Baca Juga: Rusia Dukung China untuk Caplok Taiwan, Perang Baru Akan Pecah?
Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China menyatakan tarif impor sementara akan ditetapkan di bawah tingkat most-favored-nation (MFN) yang berlaku bagi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Pemangkasan tarif tersebut mencakup komoditas berbasis sumber daya, seperti bubuk hitam daur ulang untuk baterai lithium-ion, serta produk medis termasuk pembuluh darah buatan dan kit diagnostik penyakit menular tertentu.
Menurut Xinhua News Agency milik negara, langkah ini bertujuan untuk “meningkatkan sinergi antara pasar domestik dan internasional” serta memperluas pasokan barang berkualitas tinggi di pasar domestik. Komisi tersebut menyatakan bahwa impor yang dapat memperkuat kemandirian teknologi China, mendukung transisi ke ekonomi hijau, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan dikenai tarif yang lebih rendah.
Baca Juga: Rusia Dukung China untuk Caplok Taiwan, Perang Baru Akan Pecah?
Lihat Juga :