Dorong Konsumsi Domestik, China Pangkas Tarif Impor 935 Produk Mulai 2026
Selasa, 30 Desember 2025 - 07:46 WIB
Penyesuaian tarif ini dilakukan seiring dengan prioritas China memperluas permintaan domestik sebagai sasaran utama kebijakan ekonomi pada 2026. Dalam rapat kebijakan terbaru, Kementerian Keuangan China menegaskan komitmen untuk menerapkan kebijakan fiskal yang lebih proaktif guna mendorong konsumsi, memperluas investasi, serta mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Produk yang termasuk dalam pemangkasan tarif mencakup material canggih, sumber daya ramah lingkungan, serta berbagai barang medis yang dibutuhkan untuk manufaktur bernilai tambah tinggi dan layanan kesehatan. Selain itu, China juga akan menghapus tarif sementara atas sejumlah produk, seperti mikromotor, mesin cetak, dan asam sulfat, dengan mengembalikannya ke tarif MFN.
Baca Juga: Tegang dengan China, Jepang Kerek Anggaran Militer Jadi Rp973 Triliun
Di sisi lain, China akan melanjutkan kebijakan tarif nol untuk 100% pos tarif bagi 43 negara berkembang paling kurang maju yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing pada 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen China memperluas kerja sama ekonomi dengan negara-negara berkembang.
China juga akan memberlakukan tarif preferensial bagi sejumlah produk impor dari Bangladesh, Laos, Kamboja, dan Myanmar sesuai dengan Perjanjian Perdagangan Asia-Pasifik, sebagai upaya memperkuat integrasi perdagangan regional dan stabilitas rantai pasok kawasan.
Produk yang termasuk dalam pemangkasan tarif mencakup material canggih, sumber daya ramah lingkungan, serta berbagai barang medis yang dibutuhkan untuk manufaktur bernilai tambah tinggi dan layanan kesehatan. Selain itu, China juga akan menghapus tarif sementara atas sejumlah produk, seperti mikromotor, mesin cetak, dan asam sulfat, dengan mengembalikannya ke tarif MFN.
Baca Juga: Tegang dengan China, Jepang Kerek Anggaran Militer Jadi Rp973 Triliun
Di sisi lain, China akan melanjutkan kebijakan tarif nol untuk 100% pos tarif bagi 43 negara berkembang paling kurang maju yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing pada 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen China memperluas kerja sama ekonomi dengan negara-negara berkembang.
China juga akan memberlakukan tarif preferensial bagi sejumlah produk impor dari Bangladesh, Laos, Kamboja, dan Myanmar sesuai dengan Perjanjian Perdagangan Asia-Pasifik, sebagai upaya memperkuat integrasi perdagangan regional dan stabilitas rantai pasok kawasan.
(nng)
Lihat Juga :