Mata Uang Rubel Mencatatkan Kenaikan Terkuat sejak 1994

Sabtu, 03 Januari 2026 - 19:02 WIB
Kekuatan rubel dikaitkan dengan penurunan tajam permintaan Rusia terhadap mata uang asing di tengah sanksi Barat . Ditambah dengan kebijakan moneter yang ketat sehingga meningkatkan daya tarik aset dalam denominasi rubel bagi warga negara.

Bank sentral mempertahankan suku bunga acuan tertinggi dalam sejarah selama tiga tahun hingga Desember, ketika suku bunga tersebut dikurangi sebesar 5 poin secara persentase menjadi 16% sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menekan inflasi di tengah sanksi luas terkait konflik Ukraina.

Pemotongan suku bunga terbaru melanjutkan pergeseran dari pengetatan darurat yang terjadi setelah pembatasan, ketika suku bunga acuan melonjak dari 9,5% menjadi 20% untuk menstabilkan rubel. Setelah dilonggarkan dan kemudian diperketat kembali di tengah tekanan harga yang diperbarui, suku bunga mencapai puncaknya di 21% pada Oktober 2024 sebelum bank mulai melakukan pemotongan bertahap tahun 2025.

Baca Juga: Dedolarisasi Makin Gencar, Dominasi Rubel dalam Transaksi Dagang Rusia Tembus 50%

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!