Indonesia Targetkan Ekspor Beras Perdana di 2026, Pertama Kali sejak Kemerdekaan
Selasa, 06 Januari 2026 - 19:39 WIB
Stok beras nasional pada awal 2026 tercatat sebesar 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sebesar 3,248 juta ton. Angka ini melonjak drastis hingga 203,05% dibandingkan stok awal 2024 yang hanya 4,134 juta ton. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan Indonesia tidak akan mengimpor beras sepanjang 2026 karena produksi dan stok dinilai sangat kuat.
Baca Juga: Produksi Tembus 34,77 Juta Ton, Mentan Amran: Tahun Ini Tidak Ada Impor Beras
Ekspor ke Malaysia Disepakati
Indonesia telah menyepakati ekspor beras ke Malaysia sebesar 24.000 ton per tahun atau sekitar 2.000 ton per bulan melalui skema business to business. Amran menyebut beras tersebut akan dikirim dari wilayah yang paling dekat dengan Malaysia, terutama Kalimantan Barat, namun tidak menutup kemungkinan dari daerah lain. Pemerintah juga menargetkan negara-negara ASEAN lainnya sebagai tujuan ekspor dengan tetap memastikan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas.
Rizal menyatakan Bulog ditugaskan untuk menyerap setara 4 juta ton beras sepanjang 2026 guna memperkuat cadangan dan mendukung petani. Untuk itu, Bulog telah menyiapkan gudang dengan kapasitas 1,5 juta ton dan menambah 500.000 ton, termasuk memanfaatkan fasilitas TNI dan Polri jika diperlukan.
Baca Juga: Produksi Tembus 34,77 Juta Ton, Mentan Amran: Tahun Ini Tidak Ada Impor Beras
Ekspor ke Malaysia Disepakati
Indonesia telah menyepakati ekspor beras ke Malaysia sebesar 24.000 ton per tahun atau sekitar 2.000 ton per bulan melalui skema business to business. Amran menyebut beras tersebut akan dikirim dari wilayah yang paling dekat dengan Malaysia, terutama Kalimantan Barat, namun tidak menutup kemungkinan dari daerah lain. Pemerintah juga menargetkan negara-negara ASEAN lainnya sebagai tujuan ekspor dengan tetap memastikan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas.
Rizal menyatakan Bulog ditugaskan untuk menyerap setara 4 juta ton beras sepanjang 2026 guna memperkuat cadangan dan mendukung petani. Untuk itu, Bulog telah menyiapkan gudang dengan kapasitas 1,5 juta ton dan menambah 500.000 ton, termasuk memanfaatkan fasilitas TNI dan Polri jika diperlukan.
(nng)
Lihat Juga :