MNC Energy Investments Pastikan Seluruh Operasional Tambang Tak Gunakan Jalan Negara
Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:03 WIB
Suryo menjelaskan secara rinci kondisi di tambang PT Arthaco Prima Energy (APE). Tambang ini memiliki cadangan batu bara sekitar 222 juta metrik ton (MT) dengan kualitas berkisar 3.100 hingga 3.300 gar. Dari sisi logistik, jarak pengangkutan batu bara dari area tambang ke pelabuhan relatif pendek, yakni sekitar 10 kilometer.
"Ini sangat pendek. Kita bisa lihat mungkin tambang-tambang lain, jarak rata-rata mereka diatas 30 km. Kita diberkahi Tuhan jarak kita berkisar antara 10 km, yang terjauh itu di 16 km," ujarnya.
Menurut Suryo, jalan khusus yang dikembangkan perseroan tidak bersinggungan dengan jalan negara. Dengan demikian, kebijakan pemerintah daerah Sumatera Selatan terkait penggunaan jalan umum tidak berdampak terhadap operasional tambang yang dikelola oleh APE, IBPE, maupun PMC. "Semuanya tidak terkendala oleh peraturan tersebut," tegasnya.
Dari sisi infrastruktur pelabuhan, APE saat ini memiliki dua jetty manual dengan kapasitas sekitar 10 ribu ton per hari. Perseroan juga akan segera memulai konstruksi batch loading conveyor dengan kapasitas sekitar 40 ribu ton per hari atau setara 1.500–2.000 ton per jam. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi detail desain dan studi kelayakan.
Selain itu disebut bahwa MNC Energy Investments juga telah bekerja sama dengan kontraktor nasional Kalimantan Prima Persada (KPP) dengan kontrak jangka panjang selama lima tahun. Dalam periode tersebut, produksi tambang APE ditargetkan berada di kisaran 3 hingga 7 juta ton per tahun.
"Ini sangat pendek. Kita bisa lihat mungkin tambang-tambang lain, jarak rata-rata mereka diatas 30 km. Kita diberkahi Tuhan jarak kita berkisar antara 10 km, yang terjauh itu di 16 km," ujarnya.
Menurut Suryo, jalan khusus yang dikembangkan perseroan tidak bersinggungan dengan jalan negara. Dengan demikian, kebijakan pemerintah daerah Sumatera Selatan terkait penggunaan jalan umum tidak berdampak terhadap operasional tambang yang dikelola oleh APE, IBPE, maupun PMC. "Semuanya tidak terkendala oleh peraturan tersebut," tegasnya.
Dari sisi infrastruktur pelabuhan, APE saat ini memiliki dua jetty manual dengan kapasitas sekitar 10 ribu ton per hari. Perseroan juga akan segera memulai konstruksi batch loading conveyor dengan kapasitas sekitar 40 ribu ton per hari atau setara 1.500–2.000 ton per jam. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi detail desain dan studi kelayakan.
Selain itu disebut bahwa MNC Energy Investments juga telah bekerja sama dengan kontraktor nasional Kalimantan Prima Persada (KPP) dengan kontrak jangka panjang selama lima tahun. Dalam periode tersebut, produksi tambang APE ditargetkan berada di kisaran 3 hingga 7 juta ton per tahun.
Lihat Juga :